ADAKITANEWS, Jombang – Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering menghantui masyarakat saat memasuki musim hujan mewajibkan semua pihak melakukan antisipasi.

Salah satunya Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, dengan memanggil para stekeholder kesehatan untuk mengetahui progres antisipasi menyebarnya virus dari nyamuk aedes aegypti ini.

Ketua Komisi D, M Syarif Hidayatulloh menjelaskan, pihaknya telah memanggil sejumlah stakeholder seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dan RSUD Jombang serta RSUD Ploso Kabupaten Jombang. Pemanggilan tersebut, menurut Ketua Komisi D bertujuan untuk mengetahui persiapan yang telah dilakukan dalam mengantisipasi mewabahnya nyamuk aedes aegypti di Kabupaten Jombang.

“Kami memanggil para stakeholder kesehatan untuk menanyakan sejauh mana antisipasi terhadap DBD di Jombang. Lebih baik mengantisipasi daripada mengobati,” imbuh Ketua Komisi D, Selasa (10/10).

Dari hasil hearing tersebut, Ketua Komisi D menegaskan bahwa kedepan harus segera dilakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat terkait pencegahan dan kewaspadaan dari nyamuk aedes aegypti. “Diharapkan kejadian-kejadian seperti tahun sebelumnya tidak terjadi lagi pada tahun ini, kami menyarankan agar secepatnya dilakukan sosialisasi ke masyarakat,” ujar M Syarif Hidayatulloh.

Sementara itu, Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran mengatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan pada setiap kepala bidang di RSUD Jombang untuk mengikuti penyuluhan terkait tindakan dan pencegahan terhadap pasien DBD.

“Berbagai persiapan sudah kami lakukan, Sabtu kemarin kita adakan acara penyuluhan yang dihadiri oleh seluruh kepala bidang,” ungkap dr Pudji.

Selain itu, dr Puji juga menginformasikan bahwa Bupati Jombang telah menginstruksikan kepada pihak RSUD Jombang untuk menggratiskan semua biaya perawatan pasien yang terkena DBD.

“Sesuai instruksi Bupati Jombang, bahwa pasien yang terkena DBD akan digratiskan biaya perawatannya, tapi kami berharap jangan sampai ada masyarakat yang terkena DBD tahun ini,” tandasnya.

Terpisah, Direktur RSUD Ploso, dr Widhi mengatakan untuk mengantisipasi mewabahnya DBD, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Jombang.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan DPMPD. Sebab DPMPD hari ini telah membentuk 10 motivator kader di setiap desa. Kami akan bekerjasama dengan pemerintah desa melalui kader desa tersebut dalam mengantisipasi mewabahnya DBD,” pungkas dr Widhi.(ar)

Keterangan gambar: Ketua Komisi D DPRD Jombang, M Syarif Hidayatulloh.(foto:adi rosul)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/101017-ar-jombang-dbd-1-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/101017-ar-jombang-dbd-1-150x150.jpgREDAKSIKesehatanadakitanews,Berita,dbd,demam berdarah,jombang
ADAKITANEWS, Jombang - Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering menghantui masyarakat saat memasuki musim hujan mewajibkan semua pihak melakukan antisipasi. Salah satunya Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, dengan memanggil para stekeholder kesehatan untuk mengetahui progres antisipasi menyebarnya virus dari nyamuk aedes aegypti ini. Ketua Komisi D, M Syarif Hidayatulloh...