ADAKITANEWS, Jombang – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia dan Tahun Baru Islam, Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar Parade Budaya, Sabtu (23/09).

Parade Budaya yang diselenggarakan sejak pagi hari hingga sore ini merupakan agenda rutin yang digelar oleh Pemkab Jombang setiap tahunnya. Tetapi pada tahun ini ada yang berbeda dalam gelaran parade budaya dibanding pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko beserta Wakil Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab turun langsung mengikuti karnaval parade budaya. Tidak ketinggalan, seluruh pimpinan Forpimda dan SKPD Kabupaten Jombang juga turut memeriahkan acara tersebut dengan menggunakan kostum karnaval.

Saat mengikuti parade budaya, Bupati dan Wabup beserta pimpinan Forpimda menaiki kendaraan yang dihias. Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wabup mempunyai kesempatan untuk menyapa langsung masyarakat Jombang, yang sejak pagi sudah menunggu guna menyaksikan acara parade budaya.

Saat ditemui Tim Adakitanews.com, Bupati Jombang menyampaikan bahwa acara yang digelar khusus untuk masyarakat Jombang ini mempunyai tujuan memperkenalkan budaya dan kesenian Kabupaten Jombang, serta untuk menarik wisatawan dari luar Kabupaten Jombang.

“Acara ini bertujuan untuk memperkebalkan budaya dan kesenian asli Jombang dan keanekaragaman Indonesia, serta bertujuan untuk menarik wisata,” ungkap Nyono Suharli Wihandoko saat diwawancarai.

Keseruan dalam parade budaya pada tahun ini juga terlihat dengan adanya drama kolosal yang diperankan oleh para pimpinan Forpimda, seperti Wakil Bupati, Kapolres dan Dandim 0814/Jombang serta Dansatradar 222/Kabuh dan juga Ketua DPRD Kabupaten Jombang.

Dalam drama kolosal tersebut, menceritakan detik-detik proklamasi Republik Indonesia. Mulai dari peperangan dengan tentara Belanda, hingga pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan.

Wakil Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab terlihat sangat piawai dalam memerankan sosok Fatmawati. Sosok Fatmawati yang diperankan Wabup ini menceritakan bagaimana perjuangan seorang istri Bung Karno yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih untuk dikibarkan saat hari kemerdekaan Indonesia.

Acara yang penuh dengan ingatan sejarah Indonesia ini, menurut Bupati Jombang, sengaja digelar guna mengingatkan kembali masa-masa perjuangan bangsa Indonesia. “Kami sengaja menggelar drama kolosal di tengah-tengah masyarakat, yang bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat agar tidak lupa dengan sejarah dan bertujuan untuk meningkatkan rasa Nasionalisme,” tegas Bupati.

Untuk diketahui, dalam parade budaya yang diselenggarakan oleh Pemkab Jombang ini diikuti oleh 98 peserta. Selain pejabat pemerintahan, peserta juga diikuti oleh para pelajar dan masyarakat umum.(ar)

Keterangan gambar: Bupati Jombang, Nyono Suharli saat memberangkatkan parade Budaya. (bawah) Wabup, Hj Mundjidah Wahab saat memerankan drama kolosal.(foto:adi rosul)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/adakitanews20170923_205908-1024x575.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/adakitanews20170923_205908-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,jombang,parade budaya
ADAKITANEWS, Jombang - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia dan Tahun Baru Islam, Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar Parade Budaya, Sabtu (23/09). Parade Budaya yang diselenggarakan sejak pagi hari hingga sore ini merupakan agenda rutin yang digelar oleh Pemkab Jombang setiap tahunnya. Tetapi pada tahun ini ada yang berbeda...