ADAKITANEWS, Jombang – Setiap memasuki musim panen buah semangka dan timun suri di Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, terlihat banyak masyarakat sekitar yang memanfaatkannya dengan membuka lapak di pinggir jalan sepanjang jalan masuk kecamatan.

Pantauan Tim Adakitanews.com pada Senin (25/09), ada puluhan pedagang yang secara langsung membuka lapak dengan cara mendirikan tenda di sepanjang jalan menuju Kecamatan Megaluh. Pedagang yang yang mayoritas berasal dari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh ini, menawarkan buah semangka dan timun suri atau timun emas.

Salah satunya Musriah, 53, warga Desa Balongsari Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang yang mengaku bahwa dirinya setiap musim panen raya buah selalu membuka lapak dagangan buah di lokasi tersebut. Buah yang dijualnya, berasal dari petani lokal Kecamatan Megaluh.

“Setiap musim panen semangka dan timun emas saya selalu berjualan di sini. Barangnya pun saya dapat dari petani langsung,” ungkap Musriah saat diwawancarai.

Saat disinggung soal hasil dari menjual buah, wanita yang sehari-hari berjualan sayur di pasar Kecamatan Megaluh ini mengaku mendapatkan untung lebih ketimbang berjualan sayur yang biasa ia kerjakan sebelum panen raya buah. “Hasilnya lumayan, bisa mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta kalau ramai,” paparnya.

Tidak ketinggalan, Rupini, 50, tetangga Musriah yang juga ikut berjualan buah di lokasi setempat. Meski harga buah semangka dan timun emas menurun dikarenakan jumlah barang di pasaran terlampau banyak, ia menuturkan bahwa dirinya masih mendapatkan untung dari berjualan buah yang kaya dengan kandungan air itu.

Banyaknya untung yang diperoleh para pedagang buah tersebut, menurut Rupini, disebabkan imbas dari ditutupnya Jembatan Ploso yang sedang dalam perbaikan, sehingga banyak pengguna jalan yang melalui jalan alternatif Kecamatan Megaluh dan menyempatkan diri untuk berhenti guna membeli buah khas daerah tersebut.

“Alhamdulillah, karena Jembatan Ploso ditutup sehingga banyak orang yang lewat sini, jadi semakin banyak orang dari luar kota yang membeli semangka,” tuturnya.

Sementara untuk harga buah semangka dan timun emas sendiri, ia mengatakan bahwa harganya relatif murah. Mulai dari harga Rp 2.500 hingga Rp 3.000 perkilogramnya. “Kalau semangka harganya Rp 2.500 perkilo dan timun emas Rp 3.000 perkilo,” pungkasnya.(ar)

Keterangan gambar: Pedagang buah di sepanjang jalan Kecamatan Megaluh.

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/adakitanews20170926_004852-1024x766.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/adakitanews20170926_004852-150x150.jpgREDAKSIEkbisadakitanews,Berita,jombang,kecamatan megaluh,panen raya,pasar buah dadakan
ADAKITANEWS, Jombang - Setiap memasuki musim panen buah semangka dan timun suri di Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, terlihat banyak masyarakat sekitar yang memanfaatkannya dengan membuka lapak di pinggir jalan sepanjang jalan masuk kecamatan. Pantauan Tim Adakitanews.com pada Senin (25/09), ada puluhan pedagang yang secara langsung membuka lapak dengan cara mendirikan...