2015-07-19_22.02.352015-07-19_22.03.202015-07-19_22.03.59

ADAKITANEWS, Kediri – Paska erupsi Gunung Klud Februari 2014 lalu, jumlah pengunjung wisata menurun hingga 40 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh anggapan masyarakat yang menganggap gunung berapi itu masih berbahaya. Disamping itu, fasilitas yang jauh berkurang membuat para wisatawan enggan berkunjung.

Libur lebaran sebagaimana saat ini, jumlah pengunjung wisata Gunung Kelud jauh berkurang dibanding sebelum erupsi. Pada hari ketiga libur lebaran kali ini, jumlah pengunjung wisata gunung Kelud hanya mencapai sekitar 3.000 orang saja. Padahal, sebelum erupsi, jumlah wisatawan yang berkunjung pada musim libur tembus hingga 5.000 sampai 10.000 orang.

Koordinator pengelola wisata Gunung Kelud, Gun, mengatakan, pada musim libur lebaran saat ini wisata Gunung Kelud baru mulai ramai dikunjungi para wisatawan hari ke 3 Lebaran . “Memang berbeda bila dibanding sebelum terjadi erupsi. Sebelum erupsi hari pertama lebaran sudah ramai pengunjung, ini baru setelah hari ketiga baru ramai,” jelasnya. Minggu, (19/07).

Diakui oleh Gun, sempat terjadi antrian panjang untuk menuju kawasan Gunung Kelud. Kendati para wisatawan tidak bisa mengakses hingga lokasi kawah. Pasalnya, akses jalan menuju lokasi itu terputus akibat erupsi. Lokasi itu masih dinyatakan berbahaya bagi para wisatawan.

Pengelola wisata hanya memperbolehkan wisatawan berkunjung hingga sampai parkir transit yang dulunya sebagai parkir cadangan saat lokasi parkir puncak penuh. “Kita hanya memperbolehkan para wisatawan sampai di lokasi parkir transit saja. Ini demi keamanan para wisatawan sendiri. Untuk dapat menampung parkir kendaraan, kami menyediakan lokasi di beberapa titik yang kita ubah sebagai areal parkir,” lanjut Gun.

Untuk tarip yang dikenakan oleh para pengelola bagi setiap wisatawan sebesar Rp. 10.000. Biaya masuk dan parkir sepeda motor, dikenai tarip Rp 3.000, untuk mobil dikenakan biaya masuk dan parkir sebesar Rp. 5.000.

Bambang,45, salah seorang pengunjung dari Surabaya, mengaku penasaran dengan kondisi kawasan Gunung Kelud paska erupsi. Hingga dia bersama istrinya menyempatkan diri datang ke kawasan tersebut.

“Penasaran saja, sejak Gunung Kelud meletus, kami belum pernah ke sini. Maka kesempatan libur lebaran kali ini saya bersama istri datang kesini. Saya berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas yang ada, sehingga pengunjung bisa lebih nyaman,” ungkapnya.(ys).

Keterangan Gambar : Wisatawan yang mengunjungi Gunung Kelud saat Lebaran Fitri ini

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/2015-07-19_22.03.20.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/2015-07-19_22.03.20-150x150.jpgRedaksiDaerahkediri,kelud,wisata
  ADAKITANEWS, Kediri - Paska erupsi Gunung Klud Februari 2014 lalu, jumlah pengunjung wisata menurun hingga 40 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh anggapan masyarakat yang menganggap gunung berapi itu masih berbahaya. Disamping itu, fasilitas yang jauh berkurang membuat para wisatawan enggan berkunjung. Libur lebaran sebagaimana saat ini, jumlah pengunjung wisata Gunung...