demo@dakitanews Kediri – Demontrasi pada 24 September 2014 di depan Gedung DPRD Kabupaten Kediri lalu memunculkan rumor bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kediri sudah tidak lagi solid. Pasalnya, aksi yang mengatanamakan Fron Perjuangan Rakyat Kediri Bersatu itu sebagian demonstran adalah kader PDIP sendiri serta lengkap dengan atributnya. Padahal Bupati dan Ketua DPRD yang menjadi sasaran demonstran adalah kader PDIP juga.

Namun isu ini dibantah oleh Sulkani, Politikus PDIP sekaligus ketua DPRD Kabupaten Kediri. Menurutnya Partainya masih tetap solid. Ia mengklaim bahwa orang-orang yang demonstran dengan membawa atribut partai berlambang banteng itu bukanlah kader PDIP.

“Tidak ada dalam struktural Partai yang melakukan demo kemarin, jadi mereka bukan kader PDIP, kan siapapun bisa memakai atribut partai (PDIP),” tegasnya, pada Selasa (30/09).

Selebihnya ia menyakinkan rumor itu tidak akan memecah-belah partai pemenang Pemilu 2014 ini. “Saya tidak mengkhawatirkan rumor itu, karena saya yakin mereka hanya ingin merusak citra PDIP di mata rakyat Kediri,” ujar Sulkani.

Demontrasi Rabu lalu sebenarnya untuk memperingati Hari Tani. Mereka menuntut diselesaikannya kasus agraria di berbagai daerah di Kabupaten Kediri. Sekaligus juga menolak dinasti politik yang telah terjadi di Kabupaten Kediri selama 15 tahun. Pada aksi itu juga demontran juga menyerukan untuk tidak memilih kembali Haryanti pada Pemilihan Kepala Daerah 2015 nanti.(anam)

Keterangan Gambar : Demo peringatan hari tani Rabu lalu

RedaksiPolitik
@dakitanews Kediri - Demontrasi pada 24 September 2014 di depan Gedung DPRD Kabupaten Kediri lalu memunculkan rumor bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kediri sudah tidak lagi solid. Pasalnya, aksi yang mengatanamakan Fron Perjuangan Rakyat Kediri Bersatu itu sebagian demonstran adalah kader PDIP sendiri serta lengkap dengan atributnya. Padahal...