Pekan Terakhir Sebelum Puasa, Satpol PP Amankan 7 Pasangan Mesum

1128

ADAKITANEWS, Jombang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jombang kembali menggelar operasi razia Penyakit Masyarakat (Pekat). Operasi yang digelar tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Ali Arifin, Sabtu (20/05) malam.

Razia kali ini menurut penjelasan Ali Arifin, menargetkan beberapa lokasi hiburan malam dan hotel, serta tempat penginapan yang disinyalir banyak digunakan oleh pasangan mesum. Dari salah satu penginapan di Jalan Raya Mastrip, tepatnya di sebelah terminal Keplaksari Jombang, petugas menemukan pasangan bukan suami istri berada dalam satu ruangan.

Tidak puas dengan hasil tersebut, petugas kemudian menuju ke arah Flyover di wilayah Kecamatan Peterongan, yang selama ini terkenal dengan warung remang-remang serta penjaga warung yang masih gadis dibawah umur. Di lokasi tersebut para pengunjung warung remang-remang juga akhirnya berhamburan dan lari untuk menyelamatkan diri dari razia petugas.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan pengunjung serta pedagang warung yang berada di flyover. Alhasil, dari lokasi tersebut petugas juga tidak mendapatkan target apapun.

Operasi berlanjut ke sebuah hotel kelas melati di kawasan Mojoagung. Sesampainya di hotel tersebut, para petugas segera melakukan pemeriksaan ke kamar-kamar hotel. Dari hasil pemeriksaan para petugas, ditemukan 6 pasangan bukan suami. Para warga yang terjaring tersebut kemudian langsung dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Jombang untuk pendataan lebih lanjut.

Kepala Bidang Trantib, Ali Arifin saat diwawancarai para awak media menjelaskan bahwa operasi kali ini adalah operasi terakhir menjelang bulan suci Ramadan.

Dijelaskan Ali Arifin, dalam operasi malam tersebut, total yang berhasil diamankan adalah 7 pasangan bukan suami istri. “Ini adalah operasi terakhir yang kita lakukan sebelum bulan ramadan. Dari hasil operasi malam ini, kami berhasil mengamankan 7 pasangan bukan suami istri di dua tempat, hotel, dan rumah penginapan. Untuk sanksinya sendiri akan kita lakukan pembinaan dan memanggil keluarga serta aparat desa dari wilayahnya masing-masing,” ujarnya.(ar)

Keterangan gambar: sfiuasi saat operasi di hotel kelas melati Kecamatan Mojoagung. (bawah) Kabag Trantib, Ali Arifin saat diwawancarai.