1412005443318id203131@dakitanews Kediri – Ada-ada saja ulah pelajar sekarang, bukannya belajar dengan rajin dan menuntut ilmu, justru menjadi pengendali jaringan pengedarkan narkoba. Tidak tanggung-tanggung, dia dapat mebgendalikan tiga jaringan sekaligus untuk menjajakan barang haram tersebut.

Pelajar itu berinisal PW,18, warga Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Dia bersama Erwan Yulianto, 21, warga Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Senin (29/9) menjalani pemeriksaan di ruang Satreskoba Polres Kediri untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya mengedarkan narkoba jenis dobel l.

Informasi yang dihimpun @dakitanews.com, kedua pelaku pengedar narkoba ini diringkus anggota buser Satreskoba Polres Kediri, Minggu (28/9) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Mulanya petugas melakukan penangkapan kepada PW yang saat itu akan melakukan transaksi narkoba dengan konsumennya di pinggir jalan Desa Kambingan. Pada saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti 10 butir narkoba disaku celananya sebelah kiri.

Kemudian, saat pelaku diinterogasi petugas di Ponsel pelaku, diketahui 1 pesan SMS dari Erwan di hp pelaku meminta pasokan narkoba. Selanjutnya pelaku bersama petugas menyuruh Erwan keluar dari rumahnya. Erwan yang sering membeli narkoba dari PW sebanyak 80 butir seharga Rp 60 ribu untuk dijual lagi 80 butir seharga Rp 80 ribu. Erwan diringksu petugas saat berada dipinggir jalan dekat lapangan Desa Wonosari. Dari tangan Erwan, petugas menemukan 4 butir narkoba. Kedua pelaku tersebut selanjutnya di gelandang ke Mapolres Kediri.

Dihadapan petugas, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Dari pengakuan PW, petugas mendapat informasi bahwa dia mendapatkan narkoba tersebut dari Gendon warga Surabaya. Selanjutnya, barang tersebut dia jual lagi pada tiga jaringan yang dia kendalikan. ” Saya beli narkoba 500 butir seharga Rp 225 ribu. ” Terang pelaku.

Kasatnarkoba Polres Kediri AKP Siswanto menuturkan penangkapan prngedar narkoba dari hasil penyelidikan informasi dari masyarakat. ” Kedua pelaku saat ini masih dalam penyidikan petugas untuk mengembangkan kasusnya. Karena mereka melanggar UU tentang kesehatan maka pelaku kami jerat pasal 197 Sub 196 No 36 tahun 2009 dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara, ” tuturnya.(gar)

Keterangan Gambar : Pelaku saat diamankan di Mapolres Kediri

RedaksiHukum Kriminal
@dakitanews Kediri - Ada-ada saja ulah pelajar sekarang, bukannya belajar dengan rajin dan menuntut ilmu, justru menjadi pengendali jaringan pengedarkan narkoba. Tidak tanggung-tanggung, dia dapat mebgendalikan tiga jaringan sekaligus untuk menjajakan barang haram tersebut. Pelajar itu berinisal PW,18, warga Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Dia bersama Erwan Yulianto, 21,...