ADAKITANEWS, Jombang – Pelajar Sekolah Menegah Kejuruan asal Kabupaten Lumajang yang sedang melakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di PT Charoen Pokphand Unit 6 Plabuhan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang dikabarkan meninggal dunia.

Kabar meninggalnya Luki Firmansyah, 16, pelajar asal SMKN 1 Tekung Kabupaten Lumajang ini mencuat dari salah satu warga Desa Plabuhan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang yang mengetahui hal tersebut dari pesan singkat WhatsApp, yang beredar di salah satu grup WhatsApp pada Sabtu (02/12) lalu.

“Pada Sabtu malam memang ada informasi adanya karyawan magang di Pokphand yang meninggal dunia. Informasi itu beredar di grup WhatsApp. Kabarnya jenazah korban dibawa ke RSUD Ploso,” tutur salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya, sambil menunjukkan informasi di grup WhatsApp, Senin (04/12).

Bermodal informasi tersebut, Tim Adakitanews.com kemudian mengkonfirmasi ke pihak RSUD Ploso. Direktur RSUD Ploso, dr Widi Cipto Basuki mengakui memang benar ada karyawan PT Charoen Pokphand Unit 6 Plabuhan yang meninggal dunia. Menurut keterangan dari dr Widi Cipto Basuki, korban diantar oleh salah satu temannya ke RSUD Ploso sudah dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (02/12) pukul 18.00 WIB.

“Korban waktu di RSUD Ploso sudah dalam kondisi meninggal dunia. Waktu itu korban dibawa oleh salah satu teman kerjanya di Pokphand,” beber Direktur RSUD Ploso saat ditemui oleh Tim Adakitanews.com di ruangannya.

Hasil pemeriksaan luar jenazah, lanjut dr Widi Cipto Basuki, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah. Namun menurutnya, saat tim medis yang dipimpin oleh dr Firman Fauzi melakukan pemeriksaan, pada jenazah terdapat busa yang keluar dari mulutnya.

“Tidak ada tanda kekerasan pada jenazah, yang ada mulut korban berbusa. Hasil dari diagnosa dokter bahwa jenazah diperkirakan mengidap epilepsi,” ujarnya.

Saat disinggung soal adanya autopsi yang dilakukan, Direktur RSUD Ploso menyatakan bahwa pihaknya tidak melakukan proses autopsi terhadap jenazah. Dr Widi Cipto Basuki mengungkapkan bahwa RSUD Ploso tidak memiliki wewenang untuk melakukan hal tersebut. “Tidak ada autopsi, karena RSUD Ploso tidak memiliki sarana dan tenaga medis untuk autopsi,” tuturnya.

dr Widi Cipto Basuki menambahkan, sampai jenazah diserahkan ke pihak keluarga, pihak RSUD belum mengetahui pasti faktor meninggalnya Luki Firmansyah. “Jenazah sudah kami serahkan pada pihak keluarga dan diantarkan pada malam itu juga ke rumah duka. Sedangkan sampai diserahkannya jenazah, pihak rumah sakit belum bisa memastikan faktor kematian dari korban,” jelasnya.

Sementara itu hingga berita ini ditulis, pihak PT Charoen Pokphand Unit 6 Plabuhan sendiri masih sulit ditemui untuk mengkonfirmasi hal tersebut.(ar)

Keterangan gambar: PT Charoen Pokphand Unit 6 Plabuhan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang.(foto:adi rosul)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/12/041217-ar-jombang-magang-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/12/041217-ar-jombang-magang-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,jombang,pelajar magang,pt pokphand
ADAKITANEWS, Jombang - Pelajar Sekolah Menegah Kejuruan asal Kabupaten Lumajang yang sedang melakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di PT Charoen Pokphand Unit 6 Plabuhan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang dikabarkan meninggal dunia. Kabar meninggalnya Luki Firmansyah, 16, pelajar asal SMKN 1 Tekung Kabupaten Lumajang ini mencuat dari salah satu warga Desa...