@dakitanews Nganjuk – Setelah melanglang buana untuk menghilangkan jejak, Suwarji alias Erik Kancil,28, duda anak satu warga Dusun Tempuran Desa Puhkerep Kecamatan Rejoso, pelaku penyekapan terhadap Mekar,15, ABG asal Kecamatan Gondang akhirnya diringkus Satreskrim Polres Nganjuk di daerah Ponorogo, Selasa (7/10) dini hari pukul 01.00 Wib. Kini pelaku masih menjalani penyidikan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku kita ringkus di daerah Ponorogo, dia sembunyi di rumah saudaranya. Anting dan handphone milik korban juga sudah kita amankan,” terang KBO Reskrim, IPTU Yogi Ardhi Kristanto mendampingi Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Hendra Khrisna, Selasa (7/10).

Saat diperiksa, kata IPTU Yogi, pelaku mengatakan sudah lama mengenal korban. Bahkan keduanya berstatus pacaran. Pelaku bertindak nekat dengan menyekap korban lantaran dihinggapi rasa cemburu. “Pelaku merasa cemburu karena korban punya cowok lain, untuk melampiaskan rasa cemburu itu, korban ditiduri dua kali oleh pelaku,” jelas IPTU Yogi.

Diberitakan sebelumnya, Mekar,15, ABG tamatan SMP ini disekap selama 3 hari oleh Suwarji alias Erik Kancil, duda anak satu warga Dusun Tempuran Desa Puhkerep Kecamatan Rejoso. Akibat dari penyekapan itu, korban mengalami trauma. Anting dan handphone miliknya juga diembat penyekap. Akhirnya kejadian ini dilaporkan ke Polres Nganjuk, Sabtu (4/10).

Kejadian itu berawal saat korban melihat pertunjukan jaranan di desanya sekitar bulan Agustus lalu. Waktu itu, dia berkenalan dengan seseorang yang mengaku bernama Suwarji alias Erik Kancil. Selanjutnya keduanya saling tukar menukar nomor handphone.

Setelah mendapatkan nomor handphone korban, laki – laki yang mengaku duda beranak satu ini menghubungi korban untuk diajak janjian bertemu. Selanjutnya pada Rabu (1/10) sekitar pukul 13.00.WIB, korban keluar rumah dan dijemput oleh pelaku dengan mengendarai sepeda motor.

Kemudian keduanya memadu kasih di areal Gedung Juang ’45 hingga malam hari. Setelah puas bercanda di Gedung Juang, korbanpun dibelikan nasi pecel dan diberi minum air dalam botol oleh pelaku. Usai minum air putih yang diberikan pelaku, mendadak korban merasakan kepala pusing teramat sangat.

Mengetahui korban dalam keadaan pusing, selanjutnya oleh pelaku dibawa pulang ke rumahnya. Korban dimasukkan ke kamar rumah kosong yang berada persis di belakang rumah pelaku. Akibat dari minuman tersebut, korban tidak sadarkan diri. Selanjutnya korban diikat kedua tangan dan kakinya. Kemudian dicopotlah giwang yang ada di telinganya. Selain itu, HP milik korban juga diembat pelaku.

Setelah sadar dari pingsannya, korban kaget berada di kamar kosong selama 3 hari 2 malam. Pada Jumat (3/10) malam sekitar pukul 21.00 WIB, tiba – tiba pintu rumah kosong itu diketok orang. Selanjutnya, pengetok pintu yang belakangan diketahui bernama Miko ini mendengar erangan dari kamar rumah kosong.

Lantas dia melihat seorang cewek dalam keadaan terikat tangan dan kakinya serta mulut diikat slayer. Karena tak tega melihat kondisi korban, akhirnya Miko memberikan pertolongan dan mengantarkan korban pulang ke rumah. Gegerlah orang tua korban mendengar cerita anaknya. Akhirnya, kejadian ini dilaporkan ke SPKT Polres Nganjuk untuk proses hukum lebih lanjut.

“Saya merasakan trauma yang amat sangat, kepala saya masih terasa pusing dan mual – mual, giwang saya dicopot, handphone saya dibawa kabur,” ujar Mawar saat didampingi ibunya kepada @dakitanews.com (Jati)

pelaku penyekapan pelaku penyekapan 4

RedaksiHukum Kriminalpenyekapan dan pemerkosaan
@dakitanews Nganjuk - Setelah melanglang buana untuk menghilangkan jejak, Suwarji alias Erik Kancil,28, duda anak satu warga Dusun Tempuran Desa Puhkerep Kecamatan Rejoso, pelaku penyekapan terhadap Mekar,15, ABG asal Kecamatan Gondang akhirnya diringkus Satreskrim Polres Nganjuk di daerah Ponorogo, Selasa (7/10) dini hari pukul 01.00 Wib. Kini pelaku masih...