bru@dakitanews Kediri – Ribuan karyawan PT Gudang Garam Tbk telah menandatangani kontrak Program Pensiun Dini. Namun Perusahaan tidak bisa begitu saja langsung lepas tangan dan tanggungjawab dari program yang dibuat tersebut.

Menjawab persoalan ini, pihak perusahaan menjelaskan bahwa nantinya pada program pensiun dini ini karyawan akan mendapatkan berbagai keuntungan diantaranya menerima uang pensiun diawal, mendapat tambahan uang pensiun, karyawan dan keluarga diberikan bantuan jaminan kesehatan dan juga mendapatkan pelatihan kewirausahaan seperti yang beberapa waktu lalu disampaikan oleh Iwhan Tricahyono, wakil ketua bagian bidang humas PT Gudang Garam Tbk.

Dari pernyataan tersebut dikatakan bahwa karyawan yang memilih pensiun dini juga akan menerima bekal pelatihan kewirausahaan. Namun bekal pelatihan kewirausahaan yang ditawarkan pihak perusahaan belum dijelaskan pada bidang apa saja pelatihan tersebut akan diberikan.

Menurut aktivis buruh, Daniel Arisandi yang juga sebagai Koordinator PPBI (Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia) pelatihan kewirausahaan yang diberikan perusahaan terhadap karyawan yang akan pensiun dini tidak akan semudah yang diharapkan, karena untuk melaksanakan pelatihan tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) saja tapi banyak faktor yang harus serius dipikirkan matang dan juga meminta masukan dari para karyawan, karena tidak semua karyawan memiliki ketrampilan dan minat yang sama.

“Untuk masalah Pelatihan kewirausahaan lebih baik jika dari perusahaan mempertimbangkan masukan dan suara karyawan, karena tidak semua karyawan memiliki ketrampilan dan minat wirausaha yang sama”, ujarnya saat dikonfirmasi masalah solusi tentang pelatihan kewirausahaan yang akan diberikan kepada karyawan yang memilih pensiun dini.

Selain itu Daniel juga memberikan analogi tentang kurangnya beberapa faktor yang nantinya akan menghambat pelaksanaan pelatihan tersebut. “Apakah perusahaan sudah siap untuk melaksanakan pembekalan? Dalam pelaksanaannya nanti banyak yang harus disiapkan, biasa perusahaan yang sebelum merumahkan karyawannya mereka akan memberikan bekal kewirausahaan, tapi banyak yang gagal karena kurang persiapan dan alat.” lanjutnya.

Daniel mencontohkan pelatihan kewirausahaan yang sering dipakai adalah menjahit. Dalam pelatihan akan diajarkan pelajaran menjahit dan juga menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. Tapi ketika sudah selesai pelatihan dan sudah putus hubungan dengan perusahaan, karyawan akan dihadapkan dengan banyak permasalahan yang terjadi pada realita seperti alat, bahan dan kondisi lapangan untuk membuka lapangan usaha sendiri.

Selain itu tidak semua karyawan memiliki ketrampilan yang sama. Hal ini yang juga akan mempengaruhi minat mereka untuk memilih bidang wirausaha, dari itu dibutuhkan fasilitas dan ruang sebanyak-banyaknya untuk menampung ketrampilan para karyawan.(bimo).

Keterangan Gambar : Daniel Arisandi, Koordinator PPBI (Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia)

RedaksiEkbispt gudang garam tbk
@dakitanews Kediri - Ribuan karyawan PT Gudang Garam Tbk telah menandatangani kontrak Program Pensiun Dini. Namun Perusahaan tidak bisa begitu saja langsung lepas tangan dan tanggungjawab dari program yang dibuat tersebut. Menjawab persoalan ini, pihak perusahaan menjelaskan bahwa nantinya pada program pensiun dini ini karyawan akan mendapatkan berbagai keuntungan diantaranya...