ADAKITANEWS, Blitar – Pelayanan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar masih saja mendapatkan keluhan dari masyarakat yang akan mengurus dokumen kependudukan.

Rata-rata mereka mengeluhkan antrean yang terlalu panjang, serta pemberian nomor antrean yang sudah habis ketika mereka datang ke kantor Dispendukcapil. Bahkan ada keluhan jika masyarakat harus mengantre sejak dinihari jika ingin mendapatkan nomor antrean.

Reni, satu diantara warga yang hendak mengurus e-KTP mengatakan, meski sudah berangkat sejak pagi, tetap saja mendapatkan nomor antrean belakang. “Saya sudah antri sejak jam 7 pagi, dapat nomor antrean 241,” ungkap Reni, Sabtu (30/12).

Dikonfirmasi terkait hal itu Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar, Eko Budi Winarso mengatakan, kesadaran masyarakat Kabupaten Blitar untuk mengurus dokumen kependudukan semakin meningkat. Sehingga banyak warga datang secara bersamaan yang menyebabkan antrean panjang.

Namun Eko Budi Winarso membantah jika ada yang membagikan nomor antrean di luar jam kerja Dispendukcapil. “Nomor antrean diberikan sesuai jam kerja kantor Dispendukcapil. Biasanya pukul 07.30 WIB setelah apel pagi baru dibagikan. Tidak mungkin jika ada yang bilang pulul 02.00 WIB sudah pada antre dan pukul 05.00 WIB nomor antrean sudah habis. Kami akan cek di lapangan,” tegas Eko Budi Winarso.

Menurutnya, seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan, masyarakat juga harus memahami kekurangan petugas Dispendukcapil untuk melakukan pelayanan. “Karena tidak mungkin kita melayani seluruh warga Kabupaten Blitar namun tidak ada kendala. Pasti ada berbagai kendala yang dihadapi, termasuk keluhan-keluhan seperti ini. Yang pasti petugas Dispendukcapil sudah melakukan pelayanan secara maksimal,” tegasnya.

Kedepan, lanjut Eko Budi Winarso, pihaknya akan segera memecah pelayanan. Terutama untuk pelayanan rekam-cetak e-KTP, untuk meminimalisir antrean di kantor Dispendukcapil. “Nanti akan coba kita pecah pelayanan, terutama untuk rekam dan cetak e-KTP di beberapa kecamatan yang sudah pernah dilakukan uji coba,” paparnya.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, saat ini setiap harinya Dispendukcapil melayani sebanyak 250 orang untuk sesi pertama. Dilanjutkan sesi berikutnya sesuai waktu jam kerja yang tersisa. “Namun setiap hari kita upayakan semua warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan,” pungkasnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana antrean di kantor Dispendukcapil Kabupaten Blitar.(ist)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171229-WA0016.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171229-WA0016-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,blitar,Dispendukcapil
ADAKITANEWS, Blitar - Pelayanan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar masih saja mendapatkan keluhan dari masyarakat yang akan mengurus dokumen kependudukan. Rata-rata mereka mengeluhkan antrean yang terlalu panjang, serta pemberian nomor antrean yang sudah habis ketika mereka datang ke kantor Dispendukcapil. Bahkan ada keluhan jika masyarakat...