Jakarta. Momen berpelukan antara dua bakal Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersama atlet pencak silat Hanifan Yudani Kusumah di arena Asian Games 2018 mendapatkan reaksi positif. Hal itu disebutkan banyak pihak menjadi salah satu upaya mendinginkan suasana di tengah suhu panas jelang Pilpres 2019.

Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto karena sukses mengomandani raihan 14 medali emas cabang olahraga pencak silat Asian Games 2018. Dari 16 nomor dan kelas yang dipertandingkan, tim Indonesia berhasil meraih 14 medali emas ditambah satu medali perunggu.

“Selamat kepada teman baik saya, sahabat saya, Pak Prabowo Subianto selaku Ketua IPSI sekaligus mengomandani pencak silat dan sukses di Asian Games,” ujar Jokowi kepada wartawan usai menyaksikan laga final di Padepokan Pencak Silat di TMII, Jakarta Timur, Rabu.

Jokowi sendiri hadir pada pelaksanaan babak final pencak silat yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, beserta Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri. Selain itu, hadir juga Ketua Kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 Komjen Pol Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

“Saya atas nama masyarakat pencak silat Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden, dan Ibu Presiden Indonesia Ke Lima,” ujar Prabowo di kesempatan yang sama.

Momen Jokowi dan Prabowo berpelukan mungkin menjadi momen yang sangat langka. Terakhir kali keduanya berpelukan adalah saat Jokowi maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakilnya. Kala itu, pasangan Cagub-Cawagub ini diusung oleh Gerindra dan PDIP.

Atlet pencak silat peraih emas Hanifan Yudani Kusumah menciptakan momen luar biasa dengan memeluk Presiden Jokowi dan Ketum PB IPSI Prabowo Subianto sekaligus. Hanifan punya pesan untuk pendukung keduanya pada Pilpres 2019. Hanifan berharap pelukannya dengan Jokowi dan Prabowo sekaligus bisa memberi gambaran kepada publik bahwa kedua tokoh itu tak punya masalah pribadi. Dia berharap publik bisa menjaga hati tak terpecah-belah meski beda pilihan politik.

“Kita harus bersih, jaga sportivitas juga. Jangan terus terpecah-belah. Biar tahu masyarakat Indonesia, Prabowo dan Jokowi tidak ada apa-apa. Saya sebagai insan silat Indonesia, bahwa silat itu artinya silaturahmi salat. Jadi kita harus menjaga hati kita sama-sama. Kita satu bangsa, satu negara, masak kita harus terpecah-belah karena hal tidak penting,” ujar Hanifan peraih medali emas usai kalahkan atlet Vietnam Nguyen Thai Linh pada kelas C putra 55-60 kg.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Adi Prayitno, di akar rumput masyarakat sudah terlanjur terbelah oleh panasnya suhu politik.

“Masalahnya di bawah terlanjur terbelah tanpa melihat kemesraan di level elite. Massa di bawah tetap ‘tawuran’ dan saling menegasi karena mereka berserakan yg tak pernah ketemu langsung dalam satu forum,” kata Adi. 

Sebaliknya, Adi berharap para tokoh itu mampu menginstruksikan partai masing-masing agar massa di bawah dapat menjadikan kemesraan di tingkat elite yang sudah terjadi sebagai acuan dalam sikap poliik.

“Ada dua pendekatan mestinya untuk meredakan ketegangan politik. Pertama, pendekatan elite, karena elite adalah corong utama idola pemilih di level grass root. Kedua, level bawah. Ini yang agak sulit karena akar rumput seringkali bertindak politik sesuai nurani, dan sesuka hati tanpa melihat apa yang terjadi di elite. Pola pikirnya kaca mata kuda, hitam putih, dan saling mengalahkan,” tutur Adi.

Secara terpisah, Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai momen berpelukan Jokowi dan Prabowo memperlihatkan tidak ada permasalahan yang terjadi di antara keduanya.

“Ini (momen berpelukan Jokowi-Prabowo) menunjukkan bahwa kedua tokoh ini secara psikologi komunikasi mereka sungguh-sungguh tidak memperlihatkan mereka ada masalah,” kata Emrus.

Secara detail, Emrus menilai bahasa tubuh keduanya pada saat diajak berangkulan oleh Hanifan pun tidak saling menolak. Bahkan, sambung Emrus, keduanya terlihat saling merangkul satu sama lain. Dengan demikian keduanya komunikasi politik keduanya terlihat cair dan memperlihatkan simbol pertemanan. Bahkan, Emrus menilai momen berpelukan ini seharusnya menjadi koreksi bagi para politikus yang berada di antara dua kubu ini tidak saling serang.

“Hal ini sebagai kontrol atau koreksi politisi yang berada di kubu keduanya yang bersifat politik,” katanya. (FIR)

Foto: Biro Pers Setpres

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/08/jokowi-peluk-prabowo.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/08/jokowi-peluk-prabowo-150x150.jpgREDAKSINasionalOlahraga
Jakarta. Momen berpelukan antara dua bakal Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersama atlet pencak silat Hanifan Yudani Kusumah di arena Asian Games 2018 mendapatkan reaksi positif. Hal itu disebutkan banyak pihak menjadi salah satu upaya mendinginkan suasana di tengah suhu panas jelang Pilpres 2019. Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat...