1411483149013id203131

@dakitanews Kediri – Fenomena pengangguran di Indonesia masih sangat tinggi. Pengangguran itu justru banyak dari kalangan terdidik yang telah lulus dari Sekolah menengah atas maupun perguruan tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyelenggarakan acara “Bursa Kerja (Job Fair)” selama dua hari, tanggal 23 – 24 September 2014.

Masih tingginya angka pengangguran di Kabupaten Kediri, utamanya kalangan terdidik menjadi beban bagi Pemerintah kabupaten Kediri untuk mengatasinya. Untuk itu, Pemkab Kediri menggelar acara “Bursa Kerja (Job Fair)” selama dua hari, tanggal 23 hingga 24 September 2014, di Covention Hall Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri. Acara digelar guna menekan angka pengangguran yang semakin lama semakin meningkat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Wibowo kepada tim @dakitanews.com, Selasa (23/9) mengatakan, job fair yang diselenggarakan oleh pemkab Kediri bertujuan untuk menekan angka pengangguran yang cukup tinggi. Menurutnya, event perdana yang di gelar pemkab tersebut merupakan terobosan yang cukup evektif. Sebab, para warga masyarakat yang tertarik bisa langsung mendaftarkan di outlet yang tersedia dalam job fair.

“Acara ini diselenggarakan guna menekan angka pengangguran. Target dari acara ini adalah, ke depan agar tiada lagi pengangguran di Kabupaten Kediri.” Tutur Wibowo. Selasa, (23/9).

Antusias masyarakat Kabupaten Kediri sangat nampak, hal itu terbukti karena banyaknya pengunjung yang menghadiri Bursa Kerja yang diselenggarakan oleh Pemkab Kediri. Bukan hanya dari kalangan lulusan SMA maupun perguruan tinggi. Bahkan, Siswa SMA yang notabene masih duduk di Kelas 3 (XII) memepersiapkan diri mereka agar saat lulus nanti dapat langsung bekerja.

Asif Arizza Ibnu Sina, Siswa SMK Chandra Bhirawa yang masih duduk dibangku kelas 3 saat di konfirmasi tim @dakitanews mengatakan, dirinya tertarik datang bersama teman-temanya ke event tersebut karena bursa yang di gelar dari berbagai perusahaan. Menurut siswa kelas III SMK ini, bursa kerja ini bisa menjadi wawasan baginya untuk menentukan lowongan kerja yang hendak dipilihnya paska lulus sekolah nantinya.

“Kami datang kesini agar saat lulus nanti bisa langsung bekerja. Kunjungan kami juga menjadi himbauan wajib dari sekolah.” Tutur Asif.

Selain itu banyak para Mahasiswa yang telah lulus menjadi Sarjana mengunjungi acara Bursa Kerja tersebut. Salah satunya Khusnul Khuluq, Sarjana lulusan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mengunjungi acara Bursa Kerja untuk mendapatkan suatu pekerjaan yang diingikanya. “Saya mengunjungi acara ini dengan harapan agar mendapatkan sebuah pekerjaan. Saya kira hal ini merupakan sebuah kelebihan dari Pemkab Kediri, yang benar-benar melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pemerintah. Karena sudah menjadi kewajiban orang-orang yang menganggur difasilitasi Pemerintah, agar tidak menjadi pengangguran lagi. Sungguh luar biasa Pemkab Kediri, Khususnya Disnakertrans.” ungkap Khusnul.

Puluhan dari stand tiap-tiap perusahaan swasta seluruhnya ramai dipadati pengunjung Bursa Kerja. Perusahaan-perusahaan tersebut menawarkan berbagai macam bidang pekerjaan. Bahkan perusahaan penyalur tenaga kerja pun ada di dalam Convention Hall Simpang Lima Gumul. (Adv/Anam/Ega)

Keterangan Gambar : event job fair yang digelar pemkab Kediri di Covention Hall Simpang Lima Gumul.

RedaksiAdvertorial
@dakitanews Kediri – Fenomena pengangguran di Indonesia masih sangat tinggi. Pengangguran itu justru banyak dari kalangan terdidik yang telah lulus dari Sekolah menengah atas maupun perguruan tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyelenggarakan acara “Bursa Kerja (Job Fair)” selama dua hari, tanggal 23 – 24 September...