harek@dakitanews Nganjuk – Panti pijat dilarang beroperasi di wilayah Kabupaten Nganjuk terhitung 1 Oktober 2014 kemarin. Pelarangan itu terkait dengan surat edaran Sekkab No 300/416/411.311/2014 tentang penutupan sementara usaha panti pijat.

Kasatpol PP Drs Hariono di ruang kerjanya mengatakan sejauh ini surat edaran ini sudah terdistribusikan ke seluruh panti pijat yang saat ini beroperasi, namun masih perlu disosialisasikan ke pengelola panti pijat secara intensif.

“Oleh karena masih ada beberapa panti pijat yang beroperasi pasca surat edaran diberlakukan maka kami akan turun langsung ke lokasi,” ujar Hariono usai acara Pencanangan Program Budaya Malu di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Lebih jauh Hariono menuturkan sejauh ini pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi sekaligus penindakan sesuai instruksi dalam surat edaran, yakni, penghentian operasi layanan panti pijet dan penurunan papan nama. “Kita tidak melakukan secara keras. Pengelola diminta menurunkan sendiri. Baru setelah diminta baik-baik tidak dilaksanakan, kami akan menurunkan papan nama dan menyegel,” jelasnya.

Dijelaskan Hariono, untuk panti pijet sudah ada yang dilakukan penindakan  dan sudah pula melakukan penutupan usahanya, sesuai dengan surat edaran, mereka akan diawasi oleh pihak kecamatan atau pihak desa.

Surat edaran ini merupakan tindakan menyongsong penyusunan peraturan daerah (Perda) tentang pengelolaan usaha hiburan. Langkah penutupan itu sendiri sifatnya sementara dan tidak berarti di wilayah Nganjuk tidak boleh ada usaha panti pijat. “Nanti setelah Perda terbit, sebagai dasar hukum, mereka akan diberi ijin operasional,” jelasnya.

Terkait belum adanya perda itu, diakui oleh pihak Satpol PP Nganjuk bahwa pihaknya tidak bisa memberikan sanksi terhadap tindakan pelanggaran. Pihaknya hanya menutup dan mengawasi. Menurut catatan Pol PP Nganjuk, sedikitnya terdapat 16 tempat usaha panti pijat yang beroperasi. Sebagaian besar beroperasi di Baron, Kertosono dan Tanjunganom.(Jati)

Keterangan Gambar :  Surat Edaran Sekkab Nganjuk tentang penutupan sementara panti pijat.

RedaksiDaerahpanti pijat
@dakitanews Nganjuk - Panti pijat dilarang beroperasi di wilayah Kabupaten Nganjuk terhitung 1 Oktober 2014 kemarin. Pelarangan itu terkait dengan surat edaran Sekkab No 300/416/411.311/2014 tentang penutupan sementara usaha panti pijat. Kasatpol PP Drs Hariono di ruang kerjanya mengatakan sejauh ini surat edaran ini sudah terdistribusikan ke seluruh panti pijat...