ADAKITANEWS, Kota Blitar – Sebanyak 1.495 guru ngaji dan 216 guru sekolah minggu di Kota Blitar dipastikan mendapatkan dana insentif dari Pemerintah Kota Blitar. Pemkot pun sudah menyiapkan anggaran senilai Rp 3 miliar yang akan diberikan perbulan dan pengambilannya dirapel tiap triwulan dengan jumlah Rp 150 ribu per orang.

Kepala Bagian Perekonomian dan Kesra Pemerintah Kota Blitar, Subandi mengatakan, kebijakan ini sudah berjalan sejak lama dengan menggunakan sistem pembayaran tunai. Sedangkan mulai tahun 2018 ini, pemberian insentif kepada guru ngaji dan guru sekolah minggu akan dilakukan dengan menggunakan sistem non tunai melalui BPR milik Pemkot Blitar.

“Kebijakan ini sudah berlangsung sejak lama sebagai implementasi misi membangun masyarakat yang religius. Salah satunya mendidik anak anak dengan pengetahuan agama yang baik melalui guru ngaji dan guru sekolah minggu,” kata Subandi, Kamis (01/03).

Subandi menjelaskan, pemberian jasa kerja insentif kepada 1.710 guru ngaji dan guru sekolah minggu dari pemerintah bersumber pada APBD Kota Blitar tahun 2018. Guru ngaji dan guru sekolah minggu yang akan menerima insentif tersebut wajib memberikan rekap absen selama sebulan serta pembuatan surat pertanggungjawaban dan disetorkan ke bank untuk dicek ulang. Bila sudah sesuai, maka uang insentif bisa diambil.

Sementara pemberlakuan pembayaran insentif dengan sistem non tunai itu dilakukan sebagai salah satu program pemberdayaan bank daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga bisa dikatakan, program ini adalah program multifungsi.

“Sesuai instruksi bapak Walikota Blitar, kami mendorong dan memfasilitasi pembayaran non-tunai yang kebetulan bagian perekonomian kan gabung dengan kesra. Kesra menangani keagamaan, mental dan spiritual. Sedangkan perekomian juga membina BUMD salah satunya BPR selain PDAM. Makanya kita dorong BPR untuk ikut serta di dalam pembayaran non tunai pada guru ngaji dan guru sekolah minggu,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Subandi, 1.710 guru ngaji dan guru sekolah minggu dipanggil untuk mengikuti sosialisasi tentang tahapan serta persyaratan pembukaan rekening BPR. “Pemanggilan ini kita lakukan sebagai salah satu syarat pencairan insentif non-tunai bagi para guru ngaji dan guru sekolah minggu di Kota Blitar,” pungkasnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Ilustrasi.(google.com)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/Insentif_Guru.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/Insentif_Guru-150x150.jpgREDAKSISpiritualadakitanews,Berita,blitar,guru ngaji,intensif,sekolah minggu
ADAKITANEWS, Kota Blitar - Sebanyak 1.495 guru ngaji dan 216 guru sekolah minggu di Kota Blitar dipastikan mendapatkan dana insentif dari Pemerintah Kota Blitar. Pemkot pun sudah menyiapkan anggaran senilai Rp 3 miliar yang akan diberikan perbulan dan pengambilannya dirapel tiap triwulan dengan jumlah Rp 150 ribu per orang. Kepala...