ADAKITANEWS, Blitar – Pelayanan pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar banyak dikeluhkan masyarakat.

Selain sistem pelayanannya yang dirasa masih semrawut dan sampai sekarang belum ada solusinya, pelayanan e-KTP di Kabupaten Blitar juga masih terpusat di kantor Dispendukcapil. Kondisi inilah yang memicu antrean panjang pemohon pelayanan e-KTP di kantor Dispendukcapil.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Haryo Kusbroto mengatakan, pihaknya sering menerima keluhan dari warga soal sistem pelayanan e-KTP di kantor Dispendukcapil yang tidak maksimal. Warga sering mengeluh harus mengantre lama saat mengurus pencetakan e-KTP. Jika dibandingkan di daerah lain, sistem pelayanan e-KTP di Kabupaten Blitar juga dianggap masih tertinggal.

“Kita masih kalah dengan daerah lain, misalnya dengan Kabupaten Jember. Saat kunjungan kerja di Jember, kita melihat sistem pelayanan e-KTP di Jember sudah menjangkau di tingkat kecamatan. Dengan begitu tidak ada lagi keluhan dari masyarakat soal antrean panjang saat mengurus e-KTP,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (14/11).

Lebih lanjut Haryo menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan ke Dispendukcapil agar menerapkan pelayanan e-KTP di tingkat kecamatan. Kalaupun belum bisa menerapkan pelayanan e-KTP di tingkat kecamatan, setidaknya ada penambahan tempat pelayanan e-KTP lagi. Hal itu untuk memecah agar pelayanan e-KTP tidak terpusat di kantor Dispendukcapil, sehingga antrean pemohon perekaman dan pencetakan e-KTP tidak terlalu panjang.

Menurutnya, penambahan tempat pelayanan e-KTP bisa mengacu pada wilayah eks kawedanan di Kabupaten Blitar. Ada lima eks kawedanan di Kabupaten Blitar, yakni eks Kawedanan Blitar, eks Kawedanan Wlingi, eks Kawedanan Lodoyo Timur, eks Kawedanan Lodoyo Barat, dan eks Kawedanan Srengat.

“Kami sudah sampaikan hal itu saat rapat kerja dengan Dispendukcapil. Secepatnya harus ada penambahan tempat pelayanan e-KTP agar tidak terpusat di kantor Dispendukcapil. Dengan ada pembagian itu masyarakat juga semakin dekat mengurus administrasi kependudukan,” ujarnya.

Selain itu menurutnya, fasilitas di kantor Dispendukcapil saat ini juga masih minim. Misalnya soal tempat parkir dan kamar mandi. Penataan tempat parkir masih belum rapi dan kondisi kamar mandi kotor. “Kalau bisa juga ada arena bermain untuk anak. Jadi saat orang tua antre, anaknya bisa bermain di lokasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar, Eko Budi Winarso mengakui pelayanan e-KTP masih belum maksimal. Menurutnya, Dispendukcapil masih terus berbenah setelah pindah dari kantor lama ke kantor baru yang sekarang ini pada April 2017 lalu.

“Kami masih proses penataan pelayanan setelah pindah di kantor baru ini. Tapi dibandingkan di kantor lama dulu, pelayanan sekarang sudah lumayan baik,” kata Eko.(fat)

Keterangan gambar: Suasana antrean di Kantor Dispendukcapil Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/11/141117-fat-blitar-e-ktp-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/11/141117-fat-blitar-e-ktp-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,blitar,e ktp
ADAKITANEWS, Blitar - Pelayanan pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar banyak dikeluhkan masyarakat. Selain sistem pelayanannya yang dirasa masih semrawut dan sampai sekarang belum ada solusinya, pelayanan e-KTP di Kabupaten Blitar juga masih terpusat di kantor Dispendukcapil. Kondisi inilah yang memicu...