ADAKITANEWS, Jombang – Untuk menyongsong Provinsi Jawa Timur menjadi Provinsi Agro terkemuka di tingkat ASEAN, diperlukan berbagai terobosan di bidang pertanian.

Salah satu upayanya yakni melalui Gelar Inovasi Teknologi Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur Tahun 2017, yang secara langsung diresmikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Selasa (03/10).

Kegiatan yang digelar di Desa Banjarsari Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang tersebut, dihadiri jajaran pejabat Pemprov Jatim, Pemkab Jombang, serta ratusan pelaku pertanian dari seluruh wilayah di Jawa Timur.

Asisten I Pemprov Jatim Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr Ir H Fattah Jasin mengatakan bahwa sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Pemprov Jatim, dalam waktu 25 tahun kedepan wilayah Jawa Timur akan dijadikan sebagai provinsi agro terkemuka di tingkat ASEAN.

“25 tahun kedepan Jawa Timur harus bisa menjadi provinsi agro terkemuka di ASEAN,” ungkap Fattah Jasin yang saat itu mewakili Gubernur Jawa Timur.

Ia juga menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki potensi yang sangat besar di bidang pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Jawa Timur. Oleh karenanya, Mantan Kepala Bapeda Provinsi Jawa Timur ini meyakini bahwa 25 tahun kedepan Jawa Timur siap dalam bidang ketahanan pangan dan siap menjadi provinsi agro terkemuka di tingkat ASEAN.

“Di bidang komoditi pangan seperti padi, kita memiliki sebanyak 13 juta ton dengan surplus 5 juta ton dan jagung kita memiliki surplus sebanyak 4 juta ton. Dan juga dari komoditi lain non pangan yakni gula dan tembakau, hampir 50 persen stok nasional berasal dari Jawa Timur. Dari situlah saya yakin 25 tahun kedepan Jatim siap,” papar Fattah Jasin.

Kesiapan tersebut, menurut Fattah Jasin harus didukung oleh semua pihak dan juga melalui terobosan-terobosan yang inovatif terkait ketahanan pangan dan perbenihan tanaman pangan. “Kalau hanya pemerintah saja tidak bakal tercapai kesiapan dalam ketahanan pangan, melainkan harus melibatkan semua pihak dan berbagai terobosan, seperti Gelar Inovasi Teknologi Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura ini,” ujarnya.

Fattah Jasin juga mengimbau bahwa seluruh elemen masyarakat dan pemerintah harus lebih memperhatikan dan mempertahankan Lahan Pangan Pertanian Beririgasi (LP2B). Hal tersebut mengingat bahwa setiap tahun ada lahan yang beralih fungsi sebagai konsekuensi dari sebuah pergerakan roda ekonomi.

“Jadi investasi itu harus melihat kemana arah rencana tata ruang, kalau tidak dalam 25 tahun kedepan tidak akan bisa terwujud provinsi agro terkemuka di Jatim. Oleh sebab itu LP2B harus diperhatikan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan bibit tanaman kepada seluruh camat di Kabupaten Jombang sebagai simbol dukungan dalam keikutsertaan perkuatanan ketahanan pangan. Dan juga penyerahan hadiah bagi para petani yang menang dalam perlombaan pertanian.(ar)

Keterangan gambar: Perwakilan Pemprov Jatim dan Pemkab Jombang saat membuka acara. (bawah) Asisten I Pemprov Jatim Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr Ir H Fattah Jasin saat diwawancarai.(foto:adi rosul)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171003_205350-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171003_205350-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,jombang
ADAKITANEWS, Jombang - Untuk menyongsong Provinsi Jawa Timur menjadi Provinsi Agro terkemuka di tingkat ASEAN, diperlukan berbagai terobosan di bidang pertanian. Salah satu upayanya yakni melalui Gelar Inovasi Teknologi Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur Tahun 2017, yang secara langsung diresmikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Selasa (03/10). Kegiatan...