ADAKITANEWS, Kota Blitar – Sukani, 38, warga Desa Kedawung RT 3/RW 3 Kecamatan Garum Kabupaten Blitar ditangkap jajaran Satreskrim Polres Blitar Kota lantaran melakukan kegiatan penambangan pasir menggunakan mesin di aliran lahar Gudung Kelud, Dusun Salam Desa Kedawung Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, penambang pasir yang menggunakan mesin disel tersebut berhasil diungkap Polres Blitar Kota, setelah pada Selasa (16/05) lalu pihaknya mendapat laporan dari warga setempat tentang adanya kegiatan tambang pasir menggunakan mesin dan tidak mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Setelah ditindaklanjuti dan dilakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP), sekitar pukul 16.00 WIB dilakukan penggerebekan terhadap pelaku penambang pasil ilegal. “Setelah kita cek ternyata benar ada aktivitas penambangan ilegal dengan menggunakan mesin disel,” ungkapnya, Rabu (17/05) siang.

Dari hasil penggerebekan tersebut, lanjut AKP Heri, selain mengamankan Sukani, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan untuk menambang pasir. Diantaranya dump truck dengan nomor polisi AG 9306 UP, satu unit mesin disel, satu buah scop, dan satu buah selang spiral. “Pelaku beserta barang bukti langsung kami bawa ke Mapolres Blitar untuk dimintai keterangan,” tuturnya.

Penertiban terhadap penambang pasir menggunakan alat mekanik tersebut sesuai dengan Undang-undang Minerba. Dimana pelaku diancam dengan hukuman maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar. Namun karena pertimbangan penyidik, pelaku hanya dikenai wajib lapor dua kali dalam seminggu.

AKP Heri Sugiono menuturkan, pihak penegak hukum mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas penambangan pasir dan batu secara ilegal. Karena tambang pasir dan batu yang tidak mengantongi izin sudah dipastikan bisa membahayakan lingkungan.

“Jika ditemukan lagi penambang pasir yang melakukan aktivitas penambangan pasir secara ilegal di aliran kali lahar Gunung Kelud yang masuk wilayah hukum Polres Blitar Kota tentunya juga akan langsung kita tindak,” pungkasnya.

Terpisah anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Atmojo saat dikonfirmasi melalui telepon terkait dengan kondisi tambang pasir ilegal di Kabupaten Blitar mengatakan, pihaknya mendukung tindakan tegas kepolisian terhadap para penambang pasir ilegal yang menggunakan mesin mekanik.

Hal itu perlu dilakukan karena selain berpotensi merusak lingkungan, juga dapat menimbulkan kerawanan terjadinya bencana alam. Selain itu, penambangan pasir ilegal juga menjadi salah satu penyebab utama rusaknya jalan desa di beberapa Kecamatan di Kabupaten Blitar, karena sering dilewati dump truk dengan muatan pasir atau batu yang melebihi tonase.

“Polisi sebagai aparat penegak hukum harus memberikan tindakan tegas, tidak tebang pilih terhadap penambang yang tidak mengantongi izin. Selain itu Pemerintah Kabupaten melalui Satuan Polisi Pamong Praja juga harus segera mengambil tindakan tegas,” tegasnya.(blt2)

Keterangan gambar: Truck Dump, Barang bukti pertambangan ilegal.(ist)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170517-WA0018-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170517-WA0018-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,blitar,kelud,pertambangan,polres blitar kota,tambang ilegal
ADAKITANEWS, Kota Blitar – Sukani, 38, warga Desa Kedawung RT 3/RW 3 Kecamatan Garum Kabupaten Blitar ditangkap jajaran Satreskrim Polres Blitar Kota lantaran melakukan kegiatan penambangan pasir menggunakan mesin di aliran lahar Gudung Kelud, Dusun Salam Desa Kedawung Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan,...