Penanganan Kasus Korupsi, Kajari Sidoarjo Tak Ingin Ada Tekanan

557

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Seluruh kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) akan dikaji ulang dan ditelaah oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Budi Handaka.

Sebagai Kepala Kejari Sidoarjo yang baru dirinya tidak mau ada unsur atau tekanan dari pihak lain dalam penanganan kasus dugaan korupsi. “Seluruh perkara masih akan ditelaah dan dikaji ulang dulu. Baru nanti akan saya sampaikan semuanya,” katanya, Senin (30/10).

Sejumlah kasus dugaan korupsi yang bakal ditelaah dan dikaji ulang itu diantaranya kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) tentang Pengelolaan Keuangan Tahun 2010-2016 yang sudah menetapkan 5 tersangka yakni Direktur PDAU, Amral Soegianto, Siti Winarnih (Kabag Umum dan Kepala Unit Gas), Imam Djunaedi (Kepala Unit Delta Grafika), Khoirul Huda (Ketua Pansus PDAU dan Ketua Komisi DPRD Kabupaten Sidoarjo), serta Yuli Oniati (Akuntan PDAU).

Selain itu yang ditelaah dan dikaji ulang, juga perkara kasus dugaan korupsi bagi-bagi proyek Penunjukan Langsung (PL) di Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DP3) Pemkab Sidoarjo senilai Rp 16,8 miliar untuk 63 paket PL yang dikerjakan sekitar 33 rekanan.

Dalam perkara ini tim penyidik juga sudah menetapkan tersangka yakni Lukman Soleh selaku Pejabat Pengadaan), serta sejumlah perkara kasus yang masih dalam tahap penyelidikan (lid) saat ini.

“Kami menelaah dan mengkaji itu untuk membenahi titik dan koma yang sudah dilaksanakan para penyidik. Karena saya sebagai pejabat baru,” imbuh mantan Aspidum, Kejati Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Kejari Magetan ini menguraikan dalam penanganan perkara korupsi pihaknya tidak mau terpengaruh dan dibebani kepentingan di luar penyidikan hukum secara murni. Apalagi, dalam penanganan perkara korupsi ada muatan kepentingan tertentu.

“Yang jelas saya tidak mau mendholimi. Biarkan saya berbenah dulu. Kalau sudah ekspose dan perkaranya jelas baru akan disampaikan ke khalayak umum. Karena perkara korupsi itu harus jelas duduk perkara, kronologis dan niat korupsinya,” tegasnya.

Ia menegaskan fokus kinerjanya saat ini adalah bekerja di bidang hukum untuk membenahi dan mendukung pembangunan di Sidoarjo. “Penegakan hukum yang kami kerjakan itu untuk membangun Sidoarjo,” pungkasnya.(pur)

keterangan gambar : Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Budi Handaka.(ist)