unras@dakitanews Kediri – Hari Tani se-Indonesia pada tanggal 24 Sepetember 2014 diperingati puluhan massa yang tergabung dalam Fron Perjuangan Rakyat Kediri Bersatu dengan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Kediri Rabu (24/09) siang sekitar pukul 11.00 WIB.Namun, uniknya dalam unjuk rasa ini terdapat kader-kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) cabang Kediri. Padahal Haryanti, Bupati Kediri dulunya diusung oleh PDIP sendiri serta istri mantan Bupati Kediri dua periode lalu yakni Sutrisno yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kediri.

Menurut salah satu Koordinator Aksi, Nanik Harianti, kelompok-kelompok yang tegabung dalam fron ini memiliki satu tujuan sama yakni menolak dinasti politik yang telah dibangun Sutrisno sejak 15 tahun lalu.

“Kita terdiri dari berbagai elemen termasuk PDIP sendiri telah lama sengsara di bawah kekuasaan dinasti Sutrisno. Meraka telah 15 tahun merampas hak rakyat dengan merebut lahan-lahan petani hingga terjadi konflik agraria di beberapa daerah seperti Sempu, Plosoklaten, kemudian memonopoli pupuk, pelanggaran HAM dan sebagainya. Dan hari ini kita menuntut Haryanti dicopot dari jabatannya,” tegas Nanik.

Selain Sutrisno dan Haryanti yang menjadi sasaran hujatan massa, Sulkani selaku Ketua DPRD Kabupaten Kediri juga ikut jadi bulan-bulanan cemoohan. Massa meneriaki DPRD sebagai jongosnya Bupati, karena tak mampu mewakili aspirasi warga Kediri. Sulkani dianggap antek Bupati, karena selain memilki kedekatan famili, ia diklaim tidak mampu berbuat apa-apa sebagai legislator.

“Ini (gedung DPRD) rumah rakyat, rumah kita, karena dibangun dengan uang rakyat, jika DPRD tak bisa memenuhi kehendak rakyat maka tidak pantas berada di gedung ini,” teriak Safi, salah satu orator.

Massa mendesak Bupati dan Ketua DPRD untuk menemui mereka. Namun setelah terjadi dialog dengan keamanan, kedua orang yang diharapkan massa tak kunjung hadir. Sehingga perwakilan yang diutus untuk berdialog dengan massa diusir paksa, dan tetap meminta Haryanti dan Sulkani.

“Jika keduanya tak mau datang menemui rakyatnya sendiri, maka kami mengancam akan mengadakan aksi susulan dengan massa yang lebih besar,” kata Nanik.

Setelah sejam berorasi dan permintaan puluhan massa itu tak kunjung terpenuhi kemudian membubarkan diri. Sebelum itu mereka menyerahakan oleh-oleh yang diterima oleh Sunardi, Kepala Bagian Sabhara Polres Kediri berupa sepasang kelelawar. Kedua kelelawar itu oleh massa dinamai Sutrisno dan Haryanti sebagai simbol malapetaka di Kabupaten Kediri.(an)

Keterangan Gambar : massa saat melakukan unjuk rasa

RedaksiDaerah
@dakitanews Kediri – Hari Tani se-Indonesia pada tanggal 24 Sepetember 2014 diperingati puluhan massa yang tergabung dalam Fron Perjuangan Rakyat Kediri Bersatu dengan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Kediri Rabu (24/09) siang sekitar pukul 11.00 WIB.Namun, uniknya dalam unjuk rasa ini terdapat kader-kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan...