ADAKITANEWS, Sidoarjo – Budi Handaka tak pernah membayangkan jika dirinya bisa menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo seperti saat ini. Lahir dari keluarga sederhana di Gunung Kidul, Yogyakarta, membuat perjalanan hidupnya ditempa dengan keras.

“Hampir setiap hari saya mengambil air bersih yang lokasinya lumayan jauh dan memikulnya ke rumah hanya untuk masak dan mandi saya, orang tua serta empat adik saya. Karena memang daerah saya sangat sulit air bersih, daerahnya masih minus,” katanya, Sabtu (11/11)

Kondisi seperti ini dilakoninya hingga lulus SMA tahun 1983. Dengan berbekal ijazah SMA, pria kelahiran Palembang, Provinsi Sumatera Selatan yang besar di Gunung Kidul, Yogyakarta itu memutuskan untuk merantau ke Jakarta.

Tanpa tujuan dan bermodal nekat merubah nasib di ibu kota, Budi remaja memutuskan berangkat ke Jakarta bermodal ijazah SMA untuk mencari pekerjaan demi membantu ekonomi keluargannya.

Sesampainya di kota metropolitan tersebut, Budi remaja tak langsung mendapat pekerjaan, tiga hari dia terlantar tanpa pekerjaan yang jelas di Jakarta. Hingga pada akhirnya, Budi mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai pembantu rumah tangga (PRT) dan tinggal di rumah majikan.

“Dalam mencari rejeki, bagi saya yang penting halal meskipun sebagai pembantu rumah tangga. Karena saat itu saya ingin merubah nasib dan membantu perekonomian keluarga dan adik-adik saya,” katanya, Sabtu (11/11).

Selama beberapa bulan Budi menjalani pekerjaanya dengan tulus dan tanggung jawab. Menyelam sambil minum air, Budi remaja berkeinginan keras merubah nasib agar lebih baik lagi. Dan akhirnya terwujud ketika pada tahun 1984 Kejaksaan Agung dan Kepolisian membuka pendaftaran pengawai baru.

Bermodal ijazah SMA itulah, Budi nekat mendaftar di dua instansi itu, berjalannya waktu Budi diterima atau lulus tes di dua institusi penegak hukum tersebut. Budi sempat bingung dengan dua pilihan ini antara masuk di Kejaksaan atau di Kepolisian.

“Saya sempat bingung, karena kedua institusi itu saya diterima. Setelah meminta pendapat dan saran kepada orang tua, akhirnya saya memilih masuk di Korps Adhyaksa (Kejaksaan),” jelasnya.

Tahun 1984 resmilah Budi Handaka mengenakan seragam Korps Adiyaksa ini dan bertugas di bagian Tata Usaha. Pikiran untuk menjadi maju dan sukses terus dijalani dengan gaji yang didapatkan sebagai PNS, dirinya melanjutkan kuliah dan lulus tahun 1989.

“Kalau saat bekerja saya paling suka sekali disuruh, karena dengan begitu pengalaman akan saya dapatkan. Dan mungkin kebalikan dari para pegawai saat ini kalau diperintah alasan aja,” ujarnya.

Setelah menyandang gelar sarjana, Kejaksaan agung membuka seleksi untuk posisi Jaksa. Dirinya pun memutuskan untuk seleksi tersebut dan dinyatakan lulus dan mengikuti pendidikan jaksa tahun 1991. “Ketika itu saya merupakan Jaksa termuda di Indonesia dan pertama kali bertugas menjadi jaksa di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” ungkapnya.

Berawal dari jabatan jaksa inilah karirnya terus beranjak naik. Meski demikian tidak lantas dirinya berubah sifat. Budi Handaka tetap seperti dulu, pemuda desa yang mudah bergaul, gigih bekerja dan apa adanya. Bahkan hanya karena tuntutan ekonomi karena harus membiayai hidup keluarga meski saat itu sudah berdinas di Puspenkum Kejagung, dirinya harus menjadi tukang ojek .

Suami Etik Susanti ini mengatakan gaji pegawai saat itu masih kecil. Dan karena dirinya anak tertua yang harus bertanggung jawab dengan pada kehidupan adik-adiknya, selepas dinas dengan sepeda motor Honda Legenda ia menjadi tukang ojek di kawasan Condet. “Padahal saat itu saya sudah golongan IVA, bagi saya semua pekerjaan halal adalah bagus,” katanya.

Kegigihan dan ketulusannya dalam menjalankan pekerjaannya ini berbuah dengan kesuksesan. Beberapa posisi penting pernah dijabatnya diantaranya, menjabat sebagai Kabag TU Puspenkum Kejagung RI, Kajari Bontang, Magetan, Aspidum Kejati NTT dan sekarang menjadi Kejari Sidoarjo.

“Meski awalnya tidak ada gambaran kalau jadi Kajari Sidoarjo, tapi saya akan laksanakan tugas ini dengan baik dan tanggung jawab, dimana pun saya ditugaskan berarti saya menerima amanah yang akan saya pertanggungjawabkan nanti,” pungkasnya.(pur)

Keterangan gambar : Kajari Sidoarjo, Budi Handaka.(foto: mus purmadani)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/11/adakitanews-3-1024x574.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/11/adakitanews-3-150x150.jpgREDAKSITokohadakitanews,Berita,kepala kejaksaan negeri sidoarjo,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo – Budi Handaka tak pernah membayangkan jika dirinya bisa menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo seperti saat ini. Lahir dari keluarga sederhana di Gunung Kidul, Yogyakarta, membuat perjalanan hidupnya ditempa dengan keras. 'Hampir setiap hari saya mengambil air bersih yang lokasinya lumayan jauh dan memikulnya ke rumah hanya untuk...