Perkarakan Penjualan Aset Desa, Puluhan Warga Kedungturi Datangi Mapolres Jombang

832

ADAKITANEWS, Jombang – Puluhan warga Desa Kedungturi Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang, mendatangi Mapolres Jombang, Selasa (31/10) malam. Kedatangan sejumlah warga tersebut guna melaporkan pihak Pemerintah Desa atas dugaan penjualan aset desa setempat.

Menurut penjelasan koordinator warga, Setiyoko, 50, ada permasalahan yang dilakukan oleh Pemdes setempat terkait penjualan tanah uruk yang digali dari lahan berstatus aset desa. “Warga melaporkan Kepala Desa Kedungturi yang telah melakukan penjualan tanah yang digali dari tanah bengkok desa,” ungkap Setiyoko saat diwawancarai Tim Adakitanews.com.

Setiyoko juga mengungkapkan bahwa sejumlah warga sudah melakukan musyawarah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat sebelum mengambil langkah untuk melaporkan Kepala Desa. Dari hasil musyawarah tersebut, lanjut Setiyoko, BPD Desa Kedungturi memberikan surat peringatan secara tertulis kepada Kepala Desa.

“Sebelumnya kami sudah musyawarah dengan BPD, karena surat yang dilayangkan BPD ke Kepala Desa tidak dihiraukan maka kami terpaksa melaporkan masalah ini ke Polres Jombang,” tuturnya.

Penjualan tanah uruk yang digali dari lahan milik desa seluas 500 ru atau 7.140 meter persegi ini diketahui warga dijual ke salah satu pihak di daerah Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. “Kami bersama sejumlah warga telah melakukan penelusuran. Dari hasil penelusuran kami menemukan bukti bahwa tanah tersebut dijual ke daerah Desa Puton,” papar Setiyono.

Dari keterangan sopir pengangkut tanah uruk tersebut, Setiyoko mengatakan bahwa tanah tersebut dibeli dengan harga Rp 40 ribu per satu rit. “Saya tanyakan ke supir truk bahwa dia membeli tanah tersebut seharga Rp 40 ribu, dan dijual kembali ke luar dengan harga 230 per ritnya,” tandas Setiyoko.

Saat ditemui oleh Tim Adakitanews.com, Setiyoko bersama puluhan warga lainnya menunjukkan beberapa dokumen berupa bukti foto galian dan surat-surat yang dilayangkan BPD ke Kepala Desa.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gagot Setyo Budi mengatakan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan keterangan saksi. “Ini saksi-saksi masih dimintai keterangan,” tutur Kasat Reskrim saat dikonfirmasi melalui telepon.

Sedangkan Kepala Desa Kedungturi, H Sucipto yang saat itu juga datang ke Mapolres Jombang, tidak mau dimintai komentar.

Dari berita sebelumnya, Kepala Desa Kedungturi menjelaskan bahwa yang dilakukannya itu sudah melalui musyawarah dengan seluruh perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat dan juga sudah koordinasikan dengan Kabag Hukum Pemkab Jombang terkait hal tersebut.(ar)

Keterangan gambar: Puluhan warga Desa Kedungturi Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang datangi Polres Jombang. (bawah) Koordinator warga, Setoyoko saat diwawancarai.(foto:adi rosul)