Peternak dan Pedagang Sapi Bingung Tentang Antraks

713

unduhan (13)@dakitanews Tulungagung – Adanya temuan penyakit antrax di Blitar membuat pedagang sapi di pasar hewan Tulungagung merasa resah. Hal ini dikarenakan minimnya sosialisasi dan informasi dari pihak Dinas Peternakan Tulungagung terkait penyakit yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis tersebut.

Salah satu pedagang sapi, Didik mengaku saat ini banyak keresahan dikalangan padagang. Penyebabnya, temuan antraks di kawasan Blitar. hal ini mengakibatkan aktifitas jual beli mengalami penurunan karena takut sapi yang ada terkena penyakit antraks. “Sejak ada kabar dugaan temuan penyakit antraks itu, banyak pemilik sapi dan pedagang bingung. Terlebih ada kabar jika penyakit itu bisa menular ke sapi lain,” ujarnya.

Didik juga mengaku belum mengetahui ciri ciri sapi yang terkena penyakit antrax. Untuk itu ia berharap dinas terkait segera melakukan sosialisasi agar pedagang bisa mengerti penyebab dan ciri sapi antrax. “Jadi kita bisa mengeahui sejak dini sehingga bisa segera melaporkan,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Hardi, peternak sapi. Menuurtnya, saat ini yang dilakukan ketika mengetahui kondisi sapi kurang sehat, yakni pemberian obat. Jika parah atau tak kunjung sembuh, sapi yang sakit disendirikan. Tujuannya, agar tidak menular dengan sapi lainnya. “Itu yang saaat ini kami lakukan. Kami harap ada sosialisasi terkait antrak itu,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi B DPRD Tulungagung Widodo menyatakan, pihaknya sudah membahas terkait antraks di kawasan Blitar. Pembahasan itu termasuk antisipasi yang harus dilakukan. salah satunya, pihak dewan melakukan pemantauan masuknya sapi dari luar daerah. “Kami pantau dengan koordinasi bersama Dinas Peternakan,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Meski belum ada temuan antraks di kota marmer, widodo mengimbau agar tetap waspada. Meneliti daging yang akan dibeli menjadi syarat wajib. “Kami minta masyarakat tetap waspada, utamanya daging dari luar daerah. Dalam waktu dekat, kami berencana terjun ke lapangan memeriksa kondisi sapi yang diperdagangkan,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Dinas Peternakan Tulunggagung terkesan menutup nutupi kasus ini. Saat hendak dikonfirmasi, salah seorang staff meminta untuk konfirmasi langsung ke Kepala Dinas Peternakan Tulungagung, Tatik. Namun hingga saat ini belum ada respon dari dinas tersebut. (Bram).