IMG_20150626_154448

ADAKITANEWS, Kediri – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Kediri menyatakan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kediri rentan pada manipulasi data penghitungan. Indikasi itu didasarkan pada amburadulnya data pemilih pada event pileg dan pilpres lalu.

Ketua JPPR Kediri, Taufiq Dwi Khusuma, menyatakan, jika KPU tidak jeli dalam pemutahiran data, maka akan rawan terjadinya kecurangan dan konflik antara penyelenggara pemilu dengan para pasangan calon Bupati berikut timnya. “Belajar dari Pileg maupun Pilpres kemarin, banyak terjadi masalah urusan data pemilih. Hingga banyak konflik terjadi, bahkan rekapitulasi ditingkat KPU provinsi terjadi masalah,” jelas Taufiq.

“Dari pengalaman penyelenggaraan Pileg dan Pilpres, banyak ditemukan masalah pada data pemilih, kita akan pelototi serius urusan itu,” ujar Taufiq.

Taufiq mengatakan, JPPR akan memfokuskan pada tiga pokok persoalan, yakni 1. Melakukan pemantauan terhadap penyelenggara dan peserta pemilukada dalam setiap tahapan. 2. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti pilkada. Dan 3. Melakukan pemantauan khususnya dalam kampanye dan pencoblosan atau pemilihan.

Untuk itu, kata Taufiq pihaknya telah mendaftarkan diri secara resmi ke KPU Kabupaten guna pelaksanaan missi tersebut pada Kamis, (25/06) kemarin. Surat itu dilampiri struktur organisasi pemantauan yang hendak menjalankan tugas.

Terdapat 8 pengurus inti yang meliputi ketua, sekretaris, bendahara, devisi pemantauan, pendidikan pemilih, advokasi, kordinator relawan. Kedelapan pengurus itu nantinya akan melakukan rekruitmen dan seleksi relawan yang berjumlah 26 orang. “Saat ini sudah ada 57 yang mendaftar menjadi relawan. Makanya kita akan melakukan seleksi, mana yang kita anggap lebih memiliki kapasitas dalam melakukan tugas pemantauan,” lanjutnya

Sejauh ini JPPR menjadi satu-satunya tim pemantau independen yang telah mendaftarkan diri ke KPUD. Berkas formulir mereka telah diterima oleh Komisioner KPUD Divisi Sosialisasi, Syamsuri. Formulir tersebut berisi data organisasi, yang selanjutnya juga akan menjalani tahap verifikasi oleh KPU untuk mengetahui lembaga pemantau ini layak atau tidak.

“Apabila verifikasi dinyatakan lolos, KPUD akan mengeluarkan akriditasi terhadap JPPR sebagai pemantau pada hari Senin besok,” kata Syamsuri. (Blot)

Keterangan Gambar : Ketua JPPR saat melakukan pendaftaran sebagai pemantau independen dalam Pilkada Kabupaten Kediri tahun 2015

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/06/IMG_20150626_154448.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/06/IMG_20150626_154448-150x150.jpgRedaksiPolitikjppr,kediri
ADAKITANEWS, Kediri – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Kediri menyatakan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kediri rentan pada manipulasi data penghitungan. Indikasi itu didasarkan pada amburadulnya data pemilih pada event pileg dan pilpres lalu. Ketua JPPR Kediri, Taufiq Dwi Khusuma, menyatakan, jika KPU tidak jeli dalam pemutahiran data, maka...