570523_02580903112015_Pilkada_Serentak_2015ADAKITANEWS, Kediri – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan dilangsungkan secara serempak pada 09 Desember tahun ini. Namun, hingga kurang dari 19 hari banyak masyarakat terutama Kabupaten Kediri yang tidak tahu siapa saja calon Bupati dan calon Wakil Bupatinya. Bahkan, masih banyak masyarakat yang tidak tahu kapan dilaksanakannya Pilkada tersebut.

Kabupaten Kediri merupakan satu dari 269 daerah di seluruh Indonesia yang akan menyelenggarakan Pilkada pada awal Desember tahun ini. Namun, dari data hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dalam rentang waktu 29 Oktober-4 November 2015 menunjukkan data yang cukup mencengangkan. Pasalnya, 46.1% masyarakat Kediri tidak tahu waktu dan tanggal pelaksanaan Pilkada di daerahnya.

“Dari hasil survei kami dapati sebanyak 46.1% masyarakat Kediri tidak tahu waktu dan tanggal pelaksanaan Pilkada di daerahnya,” ungkap Ardian Sopa Peneliti Utama LSI, Rabu (11/11).

Data tersebut membuat Tim Adakitanews.com, melakukan pengecekan ulang kepada beberapa masyarakat di Kabupaten Kediri dengan berbagai latar belakang. Mulai dari Mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga penjual kopi di berbagai tempat di Kabupaten Kediri.

Hasilnya, ternyata tidak jauh beda dengan data yang dipaparkan oleh LSI tersebut. Bukan hanya tanggal pelaksanaannya saja, tapi juga siapa calonnya yang akan mereka pilih nantinya. Padahal, di Kabupaten Kediri hanya memiliki dua pasangan calon, yakni nomor urut 1 dr. Hj. Haryanti Sutrisno berpasangan dengan Drs. H. Masykuri, MM, dan nomor urut 2 pasangan dr. Ari Purnomo Adi – Arifin Tafsir.

“Yang saya tahu itu, pokoknya bupati yang kemarin nyalon lagi pada Pilbup tahun ini mas,” ujar Rifa salah satu mahasiswa dari Pare Kabupaten Kediri.

“Tanggal berapa ya, saya kurang tahu. Nanti kalau sudah dekat waktunya paling ada informasi lagi. Kapan itu (Pilbup-red) dilakukan,” kata V Yanuar mahasiswa dari Kecamatan Wates Kabupaten Kediri.

“Kemarin ada pendataan untuk calon pemilih. Itu saja yang saya ketahui, kalau calonnya kata orang-orang ada dua, itu saja,” ujar Nur ibu rumah tangga warga Kecamatan Gampengrejo

“Halah mas, paling yang menang ya itu saja. Belum pemilihan saja sudah keliatan kok siapa yang pemenangnya nanti,” kata Sirin warga kecamatan Ngasem

“Nggak tahu mas, sepi Pilkada tahun ini tidak seperti biasanya. Saya jadi bertanya-tanya, jadi apa tidak to Pilbupnya?. Kampanye para calon saja tidak seperti sebelum-sebelumnya,” ungkap Mujianto salah satu pedagang warga Plosoklaten.

Fenomena ini memang menjadi pembahasan yang simpang siur. Dengan semua kampanye para calon dilakukan oleh KPU, membuat selebaran baik banner maupun panflet minim di daerah-daerah. Sesuai dengan aturan PKPU pun, untuk baliho maksimal lima per pasangan calon. Selain itu, pasangan calon juga akan mendapatkan spanduk masing-masing dua spanduk per desa, serta mendapatkan 20 umbul-umbul di seluruh daerah Kabupaten Kediri.

Dengan semacam ini, bukan hanya pihak KPU saja yang seharusnya bertanggung jawab akan pemahaman masyarakat tentang pelaksanaan Pilkada serentak ini. Seyogyanya, masyarakat terutama para partai politik juga turut dalam memahamkan masyarakat demi kesuksesan Pilkada serentak khususnya di Kabupaten Kediri.(zay)

Keterangan Gambar : Logo Pilkada

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/11/570523_02580903112015_Pilkada_Serentak_2015.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/11/570523_02580903112015_Pilkada_Serentak_2015-150x150.jpgREDAKSISuara Kitakediri,pilkada,serentak
ADAKITANEWS, Kediri – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan dilangsungkan secara serempak pada 09 Desember tahun ini. Namun, hingga kurang dari 19 hari banyak masyarakat terutama Kabupaten Kediri yang tidak tahu siapa saja calon Bupati dan calon Wakil Bupatinya. Bahkan, masih banyak masyarakat yang tidak tahu kapan dilaksanakannya Pilkada tersebut. Kabupaten...