ADAKITANEWS, Sidoarjo – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sidoarjo yang akan dilaksanakan pada Minggu (25/03), masih rawan konflik.

Polresta Sidoarjo menyebut, dari 70 desa yang menggelar Pilkades, 18 diantaranya tergolong rawan terjadi konflik antar pendukung. Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji saat apel gelar pasukan pengamanan Pilkades Serentak di Mapolresta Sidoarjo, Sabtu (24/03).

Meski ada beberapa desa yang dianggap rawan, Kapolresta tetap akan memastikan Pilkades serentak bisa berjalan aman dan kondusif.

“Terutama yang kita anggap rawan konflik itu, pemilihan yang menggunakan metode e-voting. Desa yang menggunakan e-voting disitu juga ada kerawanan tersendiri, karena baru diterapkan pertama kali di Sidoarjo sehingga dikhawatirkan bagi masyarakat pemilih banyak tidak memahami hal tersebut. Tapi hal itu sudah disosialisasikan oleh panitia Pilkades,” terang Kombes Pol Himawan.

Menurut Kapolresta, metode baru pemilihan dengan Elektronik Voting ‎(E- Voting) adalah metode pemungutan suara dan penghitungan suara dalam suatu pemilihan dengan menggunakan perangkat elektronik. Hal itulah yang dinilai bisa memicu kerawanan dan kericuhan.

Dalam pelaksanaan Pilkades serentak itu, ada 17 desa yang menggunakan metode e-voting. Sementara satu desa lain yang dianggap rawan oleh pihak kepolisian, adalah Desa Sidokepung Kecamatan Buduran karena sempat bermasalah dan dilaporkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Untuk menjaga kondusiftas pelaksanaan Pilkades serentak, Polresta Sidoarjo telah menyiapkan sebanyak 1.710 personel. Kombes Pol Himawan Bayu Aji menjelaskan, dari 1.710 personel Polri tersebut, 996 diantaranya merupakan anggota dari Polresta Sidoarjo dan sisanya 714 personel terdiri dari Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob dan Dalmas (Pengendali Massa) Polda Jatim.

Selain personel bantuan dari Polda Jatim, dalam pengamanan Pilkades yang pertama kali menggunakan metode e-voting ini, juga melibatkan bantuan dari Polres-Polres tetangga diantaranya Polrestabes Surabaya, Polres Mojokerto dan Polres Pasuruan.

Selain anggota Polri, personel yang nantinya akan diterjunkan ke Desa-desa juga berasal dari jajaran Kodim 0816/Sidoarjo dan dari Satuan Polisi Pamong Praja Sidoarjo.

Petugas keamanan itu, akan disiagakan ke Desa-desa mulai Sabtu (24/03) malam hingga Senin (26/03) pasca pemilihan.

“Ada penjagaan dalam taraf normal sebanyak 20 personel ditempatkan menjaga disitu. Ada penjagaan yang ditingkatkan berdasarkan kerawanan. Penambahan pengamanan untuk Desa yang rawan ricuh akan ditambah petugas dari Dalmas dan Brimob,” tandasnya.(sid3)

Keterangan gambar : Sebanyak 1.710 anggota Polri melakukan persiapan pengamanan Pilkades serentak.(foto: andri santoso)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/240318-sid3-sidoarjo-apel-1.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/240318-sid3-sidoarjo-apel-1-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,e-voting,pilkades serentak,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sidoarjo yang akan dilaksanakan pada Minggu (25/03), masih rawan konflik. Polresta Sidoarjo menyebut, dari 70 desa yang menggelar Pilkades, 18 diantaranya tergolong rawan terjadi konflik antar pendukung. Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji saat apel...