DSC06915@dakitanews Kota Kediri – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kediri, tidak jadi melakukan aksi penolakan RUU Pilkada. Aksi penolakan yang direncanakan akan dilagsungkan pada tanggal 24 September digagalkan begitu saja. Dimungkinkan pembatalan aksi karena adanya perubahan arus mainstream politik dari para anggota PMII.

Organisasi Kemahasiswaan PMII pada Senin (15/9) lalu, mecanangkan agenda aksi penolakan terhadap RUU Pilkada, yang mana pada pelaksanaannya direncanakan Rabu (24/9), di gedung DPRD Kota Kediri dibatalkan begitu saja. PMII yang sebelumnya menolak keras RUU Pilkada karena dianggap kembali ke Orba (Orde baru), membatalkan rencana aksinya.

Tidak ada alasan yang pasti terkait pembatalan agenda aksi tersebut. Menurut beberapa sumber dari internal PMII, terdapat perubahan arus berpikir (mainstream) dari para anggota PMII. Perubahan tersebut diduga akibat dari arus politik yang ada.

Selain dari alasan tersebut, Ketua PMII Cabang Kediri, Findra, saat dikonfirmasi oleh tim @dakitanews.com via seluler menyatakan bahwa, pihaknya mengalih-fungsikan aksi tersebut ke arah forum kajian diskusi, yang dilaksanakan mulai tanggal (18/9) sampai dengan (23/9). Sedangkan saat ditanya terkait adanya hubungan politik, Ketua PMII Cabang Kediri tersebut enggan memberikan komentar.

“Aksi tidak jadi kami lakukan. Tetapi kami mengalihkan agenda pada pengkajian mulai dari tanggal 18 sampai tadi malam (23/9).” Tutur Findra. (Ega)

Keterangan Gambar : kantor PMII Kediri

RedaksiPolitik
@dakitanews Kota Kediri – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kediri, tidak jadi melakukan aksi penolakan RUU Pilkada. Aksi penolakan yang direncanakan akan dilagsungkan pada tanggal 24 September digagalkan begitu saja. Dimungkinkan pembatalan aksi karena adanya perubahan arus mainstream politik dari para anggota PMII. Organisasi Kemahasiswaan PMII pada Senin (15/9)...