pmii 1

@dakitanews Kota Kediri – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri menggelar parlemen jalanan menentang UU Pilkada. Aksi yang digelar di depan Kantor DPRD Kota Kediri ini memaksa fraksi yang ada di DPRD menyepakati penolakan UU Pilkada.Rabu, (8/10).

Aksi puluhan aktivis mahasiswa ini diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan dari Satpol PP dan Kepolisian saat para mahsiswa dihalang-halang masuk gedung DPRD. Aksi saling dorong antara aktivis tak terhindarkan ketika para aktivis memaksa meransek masuk. Aparat keamanan yang terpancing emosinya sempat melakukan aksu pemukulan terhadap para aktivis.

Kericuhan mereda setelah beberapa angota DPRD bersedia menemui para aktivis. Para aktivispun akhirnya meminta seluruh fraksi dan anggota DPRD ikut turun mendukung penolakan UU Pilkada.

Menurut keterangan Findra, Ketua Cabang PMII Kediri menyatakan, bahwa demokrasi Indonesia sudah terkikis. Polemik orde baru sudah tumbang di tahun 1998. Menurutnya, UU Pilkada sekarang sangat sarat dengan konspirasi politik.

“Kita menginginkan seluruh fraksi turun menemui kita, agar mereka tahu, bahwa demokrasi sudah terkikis. Terutama dengan peluang-peluang kospirasi, dan kepentingan.” jelas Findra. (Ega)

Keterangan Gambar : PMII saat melakukan unjuk rasa

RedaksiHukum Kriminal
@dakitanews Kota Kediri - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri menggelar parlemen jalanan menentang UU Pilkada. Aksi yang digelar di depan Kantor DPRD Kota Kediri ini memaksa fraksi yang ada di DPRD menyepakati penolakan UU Pilkada.Rabu, (8/10). Aksi puluhan aktivis mahasiswa ini diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan dari Satpol PP...