IMG_20150625_130933

ADAKITANEWS, Kediri – Soal polemik yang terjadi terkait pencalonan pasangan bakal calon Bupati yang terjadi antara KPU Kabupaten Kediri dengan pasangan Wisnu Wardana – Tomi Ari Wibowo, KPU menyatakan mengacu pada pasal 17 PKPU nomor 9 tahun 2015. KPU menganggap tuduhan pasangan calon Wisnu – Tomi bahwa KPU melanggar pasal itu justru terbalik.

“Justru kami mengacu pada pasal 17 PKPU nomor 9 tahun 2015. Karena pasangan Wisnu – Tomi tidak memenuhi syarat dukungan sebagaimana diatur dalam pasal itu,” ujar Syamsuri, salah seorang anggota Komisioner KPU Kabupaten Kediri, Sabtu, (27/06).

Syamsuri mengatakan, dari 5 ayat yang ada di pasal 17 PKPU tersebut, justru memberatkan pasangan calon Wisnu – Tomi. Kelima ayat dalam pasal 17 PKPU itu berbunyi ;
Ayat (1). KPU Provinsi/KPI Aceh atau KPU / KIP Kabupaten / Kota melakukan penelitian administrasi terhadap dokumen dukungan pasangan calon dengan cara :
a). Melakukan penelitian terhadap jumlah minimal dukungan dan persebaran yang terdapat dalam softcopy formulir model B.1- KWK Perseorangan.
b). Melakukan penelitian kesesuaian antara jumlah dan persesuaian terhadap softcopy dengan hardcopy dengan menggunakan formulir model B.1- KWK Perseorangan.

Ayat (2). Dalam hal jumlah minimal dukungan dan persebaran telah sesuai antara softcopy dan hardcopy, KPU/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota menyusun berita acara dan tanda terima.

Ayat (3). Dalam hal jumlah minimal dukungan dan persebaran tidak sesuai antara softcopy dan hardcopy, KPU/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota menyusun berita acara dan mengembalikan dokumen dukungan kepada pasangan calon untuk diperbaiki dalam masa penyerahan dokumen dukungan.

Ayat (4). Dalam hal pasangan calon tidak memenuhi jumlah dukungan dan persebaran sampai dengan akhir masa penyerahan dokumen dukungan, KPU/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota menerbitkan keputusan pasangan calon tidak memenuhi syarat.

Ayat (5). Pasangan calon menunjuk petugas untuk mendampingi proses penelitian dukungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

“Dari kelima ayat dipasal itu (pasal 17 PKPU nomor 9 – red) semua justru memberatkan pasangan calon Wisnu-Tomi. Karena pasangan itu tidak menyerahkan softcopy dukungan sampai masa akhir peyerahan dokumen dukungan,” lanjut Syamsuri.

Sehingga, lanjut Syamsuri, jika pasangan calon Wisnu-Tomi menganggap KPU menyalahi pasal 17 PKPU nomor 9, justru terbalik dengan kenyataan sebenarnya.

Disinggung terkait pasal 6 PKPU nomor 9 tahun 2015, yang juga dituduhkan pasangan calon Wisnu-Tomi dilanggar oleh KPU Kabupaten Kediri, Syamsuri mengatakan, tuduhan itu tidak tepat. Sebab pasal 6 dalam PKPU itu berisi tentang proses pencalonan Bupati dari jalur partai politik. Demikian juga dengan proses hukum yang ditempuh pasangan calon ini, Syamsuri juga mengaku pihaknya akan mengikuti proses tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Tuduhan itu yang menurut kami tidak tepat, karena dalam pasal 6, semua menyangkut tentang pencalonan dari jalur partai politik,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pasangan bakal calon Bupati Wisnu Wardana -Tomi Ari Wibowo menggugat secara hukum terkait kegagalan pasangan ini untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Kediri Desember mendatang. Pasangan calon ini menganggap KPU Kabupaten Kediri telah melakukan kejahatan secara masif, sistimatis dan terstruktur untuk mengganjal proses pencalonannya.

Pasangan calon ini menganggap KPU telah melanggar pasal 17 dan pasal 6 PKPU nomor 9 tahun 2015. Selain itu, pasangan calon ini juga menganggap tindakan yang dilakukan KPU juga telah memenuhi unsur tindak pidana pada pasal 311, 317 dan pasal 335, KUHP. Hingga pasangan calon ini melapor ke Polda dan Bawaslu Jatim. Kini, kasus sengketa pencalonan itu masih dalam penanganan Panwaskab Kediri. (ys)

Keterangan Gambar : pasangn calon Wisnu-Tomi saat diklarifikasi Panwaskab Kediri

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/06/IMG_20150625_130933.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/06/IMG_20150625_130933-150x150.jpgRedaksiPolitikkediri,pilkada
ADAKITANEWS, Kediri - Soal polemik yang terjadi terkait pencalonan pasangan bakal calon Bupati yang terjadi antara KPU Kabupaten Kediri dengan pasangan Wisnu Wardana - Tomi Ari Wibowo, KPU menyatakan mengacu pada pasal 17 PKPU nomor 9 tahun 2015. KPU menganggap tuduhan pasangan calon Wisnu - Tomi bahwa KPU melanggar...