Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Proyek Gedung KPUD Nganjuk

695

ADAKITANEWSb2534f4432c8e656d11b04cc1d837112, Nganjuk – Tim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Nganjuk segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek gedung baru KPUD Nganjuk yang berada di Kelurahan Begadung, Kecamatan Kota Nganjuk.  Pasalnya Polres Nganjuk telah memanggil 19 saksi dan melibatkan 20 tim ahli untuk melihat kualitas bangunan.

Dalam kasus korupsi proyek gedung tersebut, Tipikor Polres Nganjuk telah memanggil dan meminta keterangan dari 19 saksi yang dianggap terlibat dalam proyek Negara senilai Rp 2,48 miliar. Polres Nganjuk akan memanggil Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagai saksi, pada Selasa (5/5) mendatang.

Bahkan, untuk memastikan adanya tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut, Polisi juga melibatkan tim ahli yang didatangkan dari salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur. Sedikitnya, ada 20 tim ahli dari berbagai latar belakang keahlian dan bakal melakukan pengecekan kualitas bangunan yang berlokasi di Kelurahan Begadung, Kecamatan Kota Nganjuk.

“Mereka semua (tim ahli,Red) adalah Doktor dengan keahlian masing-masing akan mengecek dugaan penyimpangan proyek gedung KPUD Nganjuk, pada Kamis minggu depan,” terang Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Hendra Krisnawan

Keterlibatan tim ahli tersebut, menyusul hasil Polres Nganjuk ketika mempresentasikan berkas-berkas yang dimiliki dihadapan para doktor dari perguruan tinggi Malang. Dalam presentasi tersebut, para doktor menyimpulkan ada indikasi kerugian uang Negara dalam proyek pembangunan KPUD Nganjuk.

“Dari hasil pemaparan kasus dugaan korupsi gedung KPUD Nganjuk, mereka (para doktor-Red) langsung dapat menyimpulkan adanya indikasi kuat kerugian uang Negara,” tegas Hendra.

Hal yang paling terlihat adanya dugaan korupsi itu, di antaranya banyak item pekerjaan yang belum tuntas dikerjakan. Yakni, tujuh lokasi taman, mushola, pengurukan, gudang, pengecatan, lis plafon berbahan gipsum, kanopi antar bangunan induk dengan gudang dengan bahan galvalum, adendum, serta sebagian tempat penjagaan.

Mengingat kondisi bangunan saat ini, polisi berkeyakinan telah terjadi kerugian uang negara secara menyeluruh (total loss) dari proyek senilai Rp 2,48 Miliar tersebut.

“Kami juga berharap, temuan dari tim ahli tidak jauh berbeda dari perkiraan awal polisi. Apabila tim ahli menyimpulkan penyimpangan menyeluruh, berarti negara telah dirugikan senilai proyek (Rp 2,48 miliar) itu,” katanya.

Untuk menetapkan tersangka, lanjut Hendra, polisi tidak harus menunggu audit dari Badan Pemeriksan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Polisi secepatnya dapat langsung menetapkan tersangka, setelah diketahui adanya kerugian uang negara. Bahkan, polisi menyebut, diperkirakan jumlah tersangka bisa mencapai tujuh orang. Namun demikian, polisi tidak berani menyebutkan nama para tersangka dalam kasus tersebut. “Yang hampir pasti ada empat orang tersangka, bahkan bisa bertambah hingga tujuh orang,” terangnya.(Jati/zay).

Keterangan Gambar : Gedung KPU Nganjuk yang diindikasi adanya korupsi, karena bangunan tidak sesuai dengan spesifikasi