ADAKITANEWS, Jombang – Kasus meninggalnya pelajar SMKN 1 Tekung Kabupaten Lumajang pada Sabtu (02/12), yang diketahui sedang melakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF) Unit 6 Plabuhan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang, tidak tertangani oleh pihak kepolisian secara tuntas.

Pihak kepolisian dari Polsek Plandaan mengatakan bahwa pihaknya terpaksa tidak bisa meneruskan proses penyelidikan untuk mengungkap faktor kematian dari pelajar yang diketahui bernama Luki Firmansyah. Hal tersebut disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Plandaan, Aiptu Yasin saat ditemui Tim Adakitanews.com di Mapolsek Plandaan, Senin (04/12).

Menurut penjelasan Aiptu Yasin, keluarga korban sudah memutuskan untuk tidak meneruskan kasus meninggalnya Luki Firmansyah. Hal itu dibuktikan dengan surat pernyataan dari keluarga korban yang ditunjukkan oleh Kanit Reskrim Polsek Plandaan. “Kasus ini tidak bisa diteruskan karena keluarga korban sudah membuat surat pernyataan,” beber Aiptu Yasin sambil menunjukkan bukti surat pernyataan kepada Tim Adakitanews.com.

Surat pernyataan keluarga korban yang ditunjukkan itu, tidak dibuat oleh pihak kepolisian Polsek Plandaan melainkan dibuat dan ditandatangani oleh Kepala Desa Tukum Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang dengan pihak keluarga dari korban, yang diketahui bukan lokasi Tempat Kejadian Perkara. “Surat pernyataan dibuat di Lumajang pada tanggal 3 Desember 2017. Ini tadi dikirimi oleh pihak dari Lumajang,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Plandaan, AKP Gatot Sudiyoto mengatakan bahwa belum mengetahui adanya karyawan magang PT Charoen Pokphand Unit 6 Plabuhan asal SMKN 1 Tekung Kabupaten Lumajang yang meninggal dunia. “Saya sampai hari ini belum menerima laporannya,” ujar Kapolsek Plandaan saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (04/12).

Tidak adanya laporan terhadap peristiwa meninggalnya pelajar PSG asal SMKN 1 Tekung Kabupaten Lumajang itu juga diperkuat oleh pernyataan Kasubag Humas Polres Jombang, Iptu Subadar. Ia mengatakan bahwa sampai hari ini belum menerima laporan dari polsek jajaran terkait hal tersebut. “Saya belum menerima laporannya, saya coba cek ke Kapolsek dulu,” pungkas Kasubaghumas Polres Jombang saat dihubungi melalui jaringan telepon, Senin (04/12).

Untuk diketahui, Luki Firmansyah, 16, pelajar SMKN 1 Tekung Kabupaten Lumajang yang sedang melakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di PT Charoen Pokphand Jaya Farm Unit 6 Plabuhan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang, telah meninggal dunia pada Sabtu, (02/12) lalu.(ar)

Keterangan gambar: PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF) Unit 6 Plabuhan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang.(foto:adi rosul)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/12/041217-ar-jombang-pokphand-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/12/041217-ar-jombang-pokphand-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,jombang,pelajar magang,pt pokphand
ADAKITANEWS, Jombang - Kasus meninggalnya pelajar SMKN 1 Tekung Kabupaten Lumajang pada Sabtu (02/12), yang diketahui sedang melakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF) Unit 6 Plabuhan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang, tidak tertangani oleh pihak kepolisian secara tuntas. Pihak kepolisian dari Polsek Plandaan mengatakan bahwa...