ADAKITANEWSf-Dana, Nganjuk – Bantuan dana Program Jaminan Sosial Lanjut Usia (PJSLU) millik 4 orang warga Desa Jampes Kecamatan Pace diduga dimakan oleh Moh. Su’ul, Kepala Desa (Kades) setempat. Selain itu, Su’ul juga mengancam warganya dengan dalih pemerataan bantuan.

Beberapa waktu yang lalu, Kasi Kepala Bidang Perlindungan Sosial (Balinsos)  Dinsonakertran Kabupaten Nganjuk Drs Darmantono menjelaskan, bahwa sebanyak 1105 orang akan mendapat bantuan dana sebanyak Rp 900.000 ribu per orang dari PJSLU. “Dana harus diserahkan utuh melalui TKSK kepada penerima secara langsung dan tidak boleh ada potongan,” terang Darmantono

Namun perihal ini tidak di indahkan oleh Kades Jampes. Dia membagikan sendiri dan memotong dana yang seharusnya diserahkan langsung oleh tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) kepada penerima, termasuk empat warganya tersebut. Keempat orang yang menerima PJSLU itu adalah Supiyah (82) warga RT 02/RW 01, Supinah (80) warga RT 07/RW 03, Kamilah (84) warga RT 08/RW 02, dan Supiyah (76) warga RT 08/RW 03. Mereka mengaku hanya menerima Rp 400.000. Padahal sejatinya, mereka harus menerima utuh Rp 900.000.

Di antara keempat warga yang mendapatkan PJSLU ini, salah satunya, yakni Kamilah (84) janda warga RT 08/RW 02, menderita tuna netra. Dia hidup dengan anaknya yang juga janda, Raminem (55) seorang pembantu rumah tangga. Karena tuna netra, maka pengambilan dana atau bantuan apapun selalu diwakilkan kepada anaknya.

“Simbok (ibu-red) saya menerima dua kali, yang pertama utuh sembilan ratus ribu rupiah, itu diberikan langsung oleh orang kecamatan, yang kedua hanya terima empat ratus ribu rupiah,” ujar Raminem, kepada adakitanews.com, Senin (29/6).

Setelah uang diterima, kata Raminem, semua yang menerima bantuan dana PJSLU, juga diwanti-wanti oleh Kades agar tidak memberitahukan kepada siapapun. “Kami diwanti-wanti agar tidak bilang kepada siapapun, katanya untuk pemerataan dan dikasihkan yang tidak mendapat bantuan,” imbuhnya.

Supiyah (76) seorang penjual kopi warga RT 08/RW 03 juga  menyesalkan tindakan pemotongan itu. Menurutnya, dana bantuan itu adalah hak warga miskin dan lanjut usia seperti dirinya. “Mengapa ada potongan, lalu diberikan kepada siapa, apa semuanya pengen miskin seperti saya,” ujarnya.

Menurut sebuah sumber, pemotongan dana bantuan pemerintah yang dilakukan oleh pemerintah desa bukan hanya pada PJSLU saja, dana program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) juga dikenakan potongan. “Alasannya pemerataan, namun siapa saja yang diberi, kami tidak tahu,” ucap sumber.

Bahkan, lanjutnya, ada 3 orang rumah tangga sasaran (RTS) yang sudah meninggal dunia juga masih diberikan haknya melalui anaknya. Ketiganya adalah Dasinem, Waridi dan Sadi semuanya warga RT 09/RW 03. Atas suruhan Kades, anak-anak dari tiga RTS tersebut dapat mencairkan PSKS. “Tapi ya itu, dipotong tig ratus ribu rupiah oleh oknum perangkat desa, lalu uang potongan itu diberikan ke bu Kades,” jelas sumber.

Seperti pernah diterangkan oleh Moch Rajuli selaku Kepala Dinsonakertran Kabupaten Ngaanjuk, bahwa sesuai Instruksi dari Inspektorat dan BPK, penerima program yang sudah meninggal dunia tidak boleh diberikan dan tidak boleh dialihkan. “Meskipun masih dalam satu KK, karena ini bukan warisan, jika penerima meninggal dunia, maka dana tersebut harus dikembalikan ke Kasda,” terang Moch Rajuli saat memberikan sosialisasi PJSLU pada Selasa (2/12).

Namun sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Jampes Kecamatan Pace, Moh. Su’ul belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan pemotongan dana PJSLU maupun PSKS. Waktu Koran Memo ke kediamannya, ditemui seorang perempuan yang mengaku istri Kades. “Bapak sedang keluar, katanya mau memperbaiki lampu jalan,” tuturnya. (Jati)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/06/f-Dana.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/06/f-Dana-150x150.jpgRedaksiDaerahancam,kades,nganjuk,warga
ADAKITANEWS, Nganjuk - Bantuan dana Program Jaminan Sosial Lanjut Usia (PJSLU) millik 4 orang warga Desa Jampes Kecamatan Pace diduga dimakan oleh Moh. Su'ul, Kepala Desa (Kades) setempat. Selain itu, Su'ul juga mengancam warganya dengan dalih pemerataan bantuan. Beberapa waktu yang lalu, Kasi Kepala Bidang Perlindungan Sosial (Balinsos)  Dinsonakertran Kabupaten...