2015-07-05_19.23.212015-07-05_19.23.59

ADAKITANEWS, Kediri – Menjelang hari raya Idul Fitri, volume pengguna jalan dari Kota Kediri meningkat hingga dua kali lipat. Ditambah, mobilitas warga untuk berbelanja kebutuhan lebaran membuat lalu lintas di kota ini semakin semrawut. Pasalnya, banyak warga yang memarkir kendaraanya sembarang tempat, hingga mempersempit badan jalan.

Peningkatan volume lalu lintas ini terjadi setiap tahun, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ironisnya, hingga saat ini pemerintah Kota Kediri seakan tidak tidak berdaya dengan persoalan ini. Pemerintah kota hanya mampu memperingatkan para pengelola parkir liar yang banyak tumbuh di pusat-pusat keramaian, tanpa berani memberikan tindakan.

Alasan klasik para pengelola parkir liar itu adalah, tidak tercukupinya areal parkir di lokasi tersebut. Sehingga banyak warga yang hendak mencari kebutuhan lebaran kebingungan memarkir kendaraanya.

“Lokasi yang ada sudah tidak cukup, terus mereka mau parkir dimana lagi? Dari pada lebih tidak beraturan, ya lebih baik kita bantu tata,”ungkap salah satu pengelola parkir dadakan di sepanjang area gedung Pemerintahan Kota Kediri, yang menolak menyebutkan namanya. Minggu, (05/07)

Sementara, Teti, salah seorang pengendara roda empat mengaku kesal dengan kemacetan yang terjadi. Semrawutnya arus lalu lintas itu, menunjukan ketidak pedulian pemerintah Kota Kediri. “Macet ini akibat parkir yang terlalu sesak, kita jadi tidak nyaman berkendara. Tapi kondisi seperti ini kok dibiarkan saja sama pemerintah, sepertinya tidak peduli,” ungkap Teti

Terpisah Kepala Dishubkominfo Kota Kediri, Ferry Djatmiko, mengaku kesulitan untuk menertibkan parkir liar menjelang lebaran. “Memang itu fenomena tahunan. Kita tidak bisa menghindari. Tapi upaya terus akan kita lakukan,” akunya.

Ferry menjelaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Yakni pada penyedia lahan parkir di pusat-pusat perbelanjaan, maupun petugas parkir dadakan yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mengatur parkir kendaraan sehingga tidak meluber dan mengakibatkan kemacetan.

“Koordinasi dengan semua pihak sudah kita lakukan, termasuk pada masyarakat yang mengelola tempat parkir. Tapi memang kita hanya bisa menghimbau, agar parkir liar tidak menimbulkan kemacetan,” pungkasnya. (Blot).

Keterangan Gambar : Parkir motor, menyebabkan kemacetan di sepanjang pertokoan yang menjadi ritual tahunan

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/2015-07-05_19.23.21.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/2015-07-05_19.23.21-150x150.jpgRedaksiDaerahkediri,kota,liar,parkir
ADAKITANEWS, Kediri - Menjelang hari raya Idul Fitri, volume pengguna jalan dari Kota Kediri meningkat hingga dua kali lipat. Ditambah, mobilitas warga untuk berbelanja kebutuhan lebaran membuat lalu lintas di kota ini semakin semrawut. Pasalnya, banyak warga yang memarkir kendaraanya sembarang tempat, hingga mempersempit badan jalan. Peningkatan volume lalu lintas...