image@dakitanews Nganjuk – Nil, ibu guru di SMPIT Al Furqon, Desa Garu, Kecamatan Baron, Sabtu (27/9) harus berurusan dengan pihak kepolisin. Pasalnya, dia diduga telah melakukan tindakan kurang terpuji dan mengintimidasi siswanya serta melakukan tindakan kekerasan fisik maupun non fisik terhadap.

Siswa yang menjadi korban tindak kekerasan sang guru adalah MT,14, siswa kelas IX. Karena tidak ada penyelesaian yang baik dengan pihak sekolah, akhirnya MT didampingi M.Aris,40, orangtuanya, melaporkan kejadian ini ke Polsek Baron guna penanganan lebih lanjut.

Nil dilaporkan karena sengaja menggunting baju seragam MT sebagai hukuman disiplin dan memukul dua pergelangan kaki MT menggunakan besi bekas gagang payung.

Dalam laporannya, siswa asal Desa Katerban, Kecamatan Baron ini mengadukan kekerasan yang dialaminya pada Kamis lalu (25/9), di dalam kelasnya sekitar pukul 12.00 WIB.

Kejadianitu terjadi ketika Nil mengajar Ilmu Sorof di kelas MT. Saat itu bu guru melihat korban memakai seragam yang berbeda dengan temannya di kelas. Hal itu memancing emosi Nil. Tanpa ada teguran, Nil langsung ke ruang kantor mengambil gunting, lalu kembali ke kelas dan menyuruh MT maju kedepan.

Dihadapan siswa lainnya, Nil langsung mengggunting baju warna biru langit milik korban. Seragam biru langit itu adalah seragam khas dari sekolah asal MT di Desa Jambi, Kecamatan Baron. Karena MT memang siswa pindahan dari sekolah tersebut.

Tak ayal guntingan baju yang dilakukan Nil membuat seragam korban nyaris terbelah dua, lebih memalukan lagi, MT mengaku digiring bu guru keluar kelas dan diarak menuju halaman sekolah dan dilihat siswa lainnya.

Namun setelah itu siswa itu  mencoba menghibur diri dan bercanda dengan teman-temannya, dan baju seragam yang baru saja digunting gurunya  itupun sempat ikut dirobek-robek lagi oleh beberapa siswa pria temannya sebagai bahan bercanda.

Tidak berhenti sampai disitu, saat bubar sekolah usai mengikuti kegiatan tambahan mengaji, Nil mendekati MT dan memukul pergelangan kaki MT dengan besi dari gagang payung karena sepatunya kotor dan mengancam akan membuangnya jika besok tidak dicuci.

Karena merasa takut, malu dan terintimidasi serta perlakuan kasar secara fisik dan psikis, MT menceritakan semua yang dialaminya kepada M.Aris orangtuanya.

Sebagai orangtua, pikiran dan hati  Aris berkecamuk dan trenyuh saat  mendengar cerita anaknya. Keesokan harinya Aris mengadu kepihak sekolah. Namun karena tanggapan dari sekolah kurang melegakan hatinya, akhirnya Aris melaporkan kejadian ini ke Polsek Baron guna penanganan yang lebih baik.

Kapolsek Baron AKP Masherly Sutriso melalui Kanitreskrim Aiptu Sundoko, menerangkan bahwa, tahap awal pihaknya membawa korban ke Rumah Sakit guna visum. “Selanjutnya kami perlu mendalami dulu kasusnya. Secepatnya kita panggil para saksi untuk di mintai keterangan,”terangnya.  (Kmto/jati) 

Keterangan Gambar : Korban saat melapor ke Polsek Baron

RedaksiHukum Kriminalkekarasan pada siswa
@dakitanews Nganjuk - Nil, ibu guru di SMPIT Al Furqon, Desa Garu, Kecamatan Baron, Sabtu (27/9) harus berurusan dengan pihak kepolisin. Pasalnya, dia diduga telah melakukan tindakan kurang terpuji dan mengintimidasi siswanya serta melakukan tindakan kekerasan fisik maupun non fisik terhadap. Siswa yang menjadi korban tindak kekerasan sang guru adalah...