ADAKITANEWS, Tulungagung – Sebanyak 21 dalang cilik di Tulungagung, mengikuti festival dalang pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tulungagung.

Pada festival yang diselenggarakan di Balai Budaya setempat ini, pada awal tampilan setiap dalang tingkat SD harus membawakan lakon Babad Wonomarto, dengan batasan durasi selama 45 menit.

Panitia festival dalang pelajar, Bin Wahyuni menyampaikan bahwa gelaran festival dalang antar pelajar ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit dalang wayang kulit potensial di Tulungagung.

“Festival ini upaya kita untuk mencari bibit-bibit dalang sejak usia dini. Selain itu juga untuk diikutsertakan dalam lomba tingkat provinsi maupun nasional,” kata Bin Wahyuni, Rabu (28/03).

Yang menggembirakan, dari 21 peserta tersebut, 10 dalang diantaranya masih dalam tataran tingkat sekolah dasar. Ini menandakan generasi saat ini masih mencintai budaya leluhur.

Meskipun peserta tingkat SD masih berusia anak-anak, mereka sangat piawai memainkan sejumlah tokoh wayang. Terutama sabetan saat perang, layaknya dalang profesional. Bahkan dialog antar tokoh wayang satu dengan yang lainnya, yang banyak menggunakan bahasa jawa kawi terdengar sangat lancar. Demikian pula baik gamelan atau musik pengiring maupun waranggono (pesinden,red), juga dimainkan oleh gabungan dari pelajar di Tulungagung.

Menurut salah seorang peserta, Muhammad Yunus Zakaria, peserta dalang pelajar dari MI Sunan Ampel Tulungagung, dirinya mengikuti festival ini hanya butuh persiapan selama 2 minggu saja. “Saya baru belajar mendalang sejak tahun lalu. Tapi menjelang festival ini saya rutin melakukan latihan selama 2 minggu,” ujar Muhammad Yunus Zakaria.

Muhammad Yunus Zakaria mengakui bagian yang sulit dalam seni pedalangan ini adalah saat dia melakukan dialog antar wayang. Karena masing-masing tokoh memiliki karakter suara dan intonasi yang berbeda-beda.

Sementara itu, Ki Lukito, juri festival dalang pelajar yang juga seorang dalang dari Trenggalek sangat terkesan dengan penampilan para peserta. Bahkan Lukito mengapresiasi festival ini, sehingga dunia pewayangan dapat lestari.

“Yang menjadi poin penilaian dalam festival ini diantaranya antawacana, atau dialog antar wayang, sabetan atau gerakan wayang, penguasaan gending dan dhodhogan atau keprakan,” terang Ki Lukito.(bac)

Keterangan gambar : Salah satu peserta festival dalang pelajar.(foto : acta cahyono)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/280318-bac-tulungagung-dalang-1.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/280318-bac-tulungagung-dalang-1-150x150.jpgREDAKSISeni Budayaadakitanews,Berita,dalang,dalang cilik,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Sebanyak 21 dalang cilik di Tulungagung, mengikuti festival dalang pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tulungagung. Pada festival yang diselenggarakan di Balai Budaya setempat ini, pada awal tampilan setiap dalang tingkat SD harus membawakan lakon Babad...