2015-12-02_19.12.47ADAKITANEWS, Nganjuk – Sebanyak 30 pedagang dan pemilik warung di terminal Kertosono kehilangan mata pencaharian. Kios mereka tergusur demi pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Kertosono yang berlokasi di bekas terminal bus.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, puluhan pedagang inipun mengadu ke DPRD Nganjuk, Rabu (02/12). Mereka menuntut kios-kios yang mereka bangun dengan uang pribadi mendapat ganti rugi dari pemerintah.

Ismu Ketua Paguyuban Pedagang Terminal Bus Kertosono, mengaku selama ini para pedagang terminal Kertosono membangun sendiri kios yang selama ini mereka tempati. Karena itu, lokasi tempat mereka berjualan kini akan beralih fungsi menjadi rumah sakit dan mereka terpaksa hengkang.

“Kami bukannya tidak mau pindah, tetapi kami hanya ingin biaya pembangunan kios kami diganti oleh pemerintah,” ungkap Ismu.

Para pedagang dan pemilik warung bekas terminal Kertosono, hanya menuntut ganti rugi Rp 50 juta yang akan dibagi rata 30 pedagang. Masalahnya, anggaran untuk memberikan ganti rugi kepada pedagang tidak dialokasikan di satuan kerja manapun.

“Kami tidak menuntut lebih, kami hanya ingin minta untuk kami gunakan modal berdagang kembali,” terang Ismu.

Para pemilik kios juga mengaku jika mereka berdagang di lingkungan terminal Kertosono juga memiliki dokumen hak guna. Dengan dokumen tersebut, pemilik kios tidak ingin dikatakan sebagai pedagang illegal.

Sementara itu, Pemkab Nganjuk melalui Satpol PP telah memberikan surat peringatan kepada para pedagang dan pemilik warung bekas terminal Kertosono. Bahkan peringatan kedua telah dilayangkan hingga batas waktu Minggu 6 Desember. Jika pada batas waktu yang telah ditentukan, para pedagang tidak membongkar kiosnya, maka Pemkab Nganjuk akan melakukan bongkar paksa.

“Kami sudah melakukan mediasi dan kami telah melayangkan surat peringatan kepada pedagang sebanyak dua kali,” terang Kasatpol PP Pemkab Nganjuk, Drs Suharyono.

Suharyono mengatakan, terkait dengan tindakan selanjutnya terhadap pedagang bekas terminal, dia mengaku masih menunggu intruksi dari Bupati Nganjuk. “Hingga saat ini kami masih melakukan pembinaan terhadap para pedagang,” pungkasnya.(Jati)

Keterangan Gambar : Pedagang Kios di Terminal Kertosono saat mengadu ke DPRD Kabupaten Nganjuk karena terusir dari tempatnya berdagang

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/12/2015-12-02_19.12.47.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/12/2015-12-02_19.12.47-150x150.jpgREDAKSIDaerahgusur,pedagang terminal,RSU Kertosono
ADAKITANEWS, Nganjuk - Sebanyak 30 pedagang dan pemilik warung di terminal Kertosono kehilangan mata pencaharian. Kios mereka tergusur demi pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Kertosono yang berlokasi di bekas terminal bus. Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, puluhan pedagang inipun mengadu ke DPRD Nganjuk, Rabu (02/12). Mereka menuntut kios-kios yang mereka...