Puluhan Penyandang Gangguan Jiwa di Jombang Masih Terpasung

1128

ADAKITANEWS2015-10-03_18.29.11 Jombang – Hingga saat ini jumlah warga yang mengalami gangguan jiwa di Jombang, Jawa Timur, tercatat cukup signifikan. Dinas Kesehatan setempat bahkan mencatat 30 dari 400 pasien jiwa masih dalam keadaan terpasung.

Menanggapi kondisi itu, tim gabungan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Jombang terus berupaya melakukan penyehatan kepada warga penyandang gangguan jiwa. Yakni memberi perawatan dan pelepasan pasung secara berkala.

Perawat Spesialis jiwa Dinkes Jatim, Heny Dwi Indrawati, mengatakan, perawatan berkala dengan pelepasan pasung dilakukan rutin setiap bulan. Pengawasan intensif terus dilakukan oleh petugas dan pihak keluarga kepada ratusan pasien jiwa, baik yang masih terpasung maupun yang sudah dilepaskan.

“Yang dipasung saat ini sekitar 31 orang,yang kondisinya seperti ini. Tetapi estimasi kita sekitar 400an, estimasi itu dihitungnya dari jumlah penduduk, tetapi yang sudah kita tangani sudah ada perbaikan. Itu masih sekitar 30 orang”, kata Heny, usai melepas pasung pasien, Sutiwi, 47, warga Desa Sukoiber, Kecamatan Gudo, Sabu (03/10).

Secara berkala, seluruh pasien jiwa dilakukan pemeriksaan kesehatan fisik, jiwa maupun konseling. Hasil pemeriksaan dan perkembangan pasien itu dicatat dalam buku Kartu Menuju Sehat (KMS).

Perawat Spesialis jiwa Dinkes Jatim,Heny Dwi Indrawati, menambahkan, dalam dua tahun terakhir jumlah warga dengan gangguan kejiwaan di Jombang tercatat sekitar 1100 orang. Dengan penanganan serius yang dilakukan patugas dinas kesehatan, jumlah tersebut berkurang cukup signifikan hingga tersisa 400 pasien dengan kondisi dan latar belakang yang berbeda-beda.( Tari/Jati )

Keterangan Gambar : Pasien sakit jiwa di Jombang dalam perawatan medis Dinkes Jombang dan Provinsi Jawa Timur