prahu
@dakitanews Bojonegoro
– Puluhan perahu nelayan yang berada di pinggiran Bengawan Solo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, beramai-ramai mengikui lomba perahu hias yang diadakan Pemkab Bojonegoro. Pemandangan yang tidak biasa itu digelar untuk memeriahkan peringatan hari jadi Kabupaten Bojonegoro yang ke 337.

Kegiatan ini sebagai puncak peringatan hari ulang tahun Kabupaten Bojonegoro. Para Nelayan sungai ini menghias perahu dengan tema sejarah yang ada di Bengawan Solo. Mulai perahu kecil, hingga perahu besar.

Bupati Bojonegoro, Suyoto langsung memberangkatkan 30 perahu hias ini untuk mengarungi indahnya Bengawan Solo sejauh 10 kilometer menuju finish, setelah semua peserta berkumpul di tengah sungai..

Suyoto mengatakan, selain sebagai peringatan hari jadi Kabupaten Bojonegoro, ia ingin mengajak warga Bojoneoro untuk mencintai Bengawan Solo.”Tidak hanya mengeksploitasi Bengawan Solo seperti membuang sampah di sungai dan mengambil pasir dengan mesin. Kita juga harus mencintai Bengawan Solo,” Terang Bupati Bojonegoro Suyoto.

Meski di bendungan gerak ini sudah biasa digunakan untuk tempat wisata warga sekitar, namun untuk hari spesial ini ratusan warga Bojonegoro dimanjakan oleh puluhan perahu nelayan dengan aneka hiasan. Warga berharap, bengawan solo tidak terus menerus di eksploitasi karena akan membahayakan kehidupan warga yang ada disepanjang Bengawan Solo.

Menurut Mujianto warga sekitar sungai Bengawan Solo mengatakan sungai ini membawa berkah serta bencana untuk warga. “Sebenarnya bengawan solo membawa berkah dan bencana, harapannya bengawan solo kedepan bisa membawa berkah untuk pertanian dan juga perikanan serta kebutuhan air,” jelas Mujianto.

Dalam acara ini yang paling menarik yakni adanya sejumlah perahu yang sangat mencolok dengan desain berupa buaya putih yang menurut legenda Bengawan Solo ini dihuni oleh buaya putih raksasa. Selain buaya putih, ada juga perahu yang mengangkut kesenian asal Bojonegoro yakni Arung Sandur.

Sedangkan dari peserta lomba sendiri, Ela Aprilia mengatakan perahunya mengambil tema buaya putih, karena ada ceritanya di Banjar Sari. “Kami sengaja mengambil tema buaya putih karena memang ada ceritanya,” ujar Ela.

Warga berharap, festival seperti ini tidak digelar saat peringatan hari jadi Kabupaten Bojonegoro saja, namun diagendakan setiap satu bulan sekali untuk menarik minat wisatawan.(Hanif/Jati)

Keterangan Gambar : Penampilan perahu dengan thema yang beragam menghiasi sungai Bengawan Solo di Bojonegoro

RedaksiDaerahperahu hias,ultah Kabupaten Bojonegoro
@dakitanews Bojonegoro - Puluhan perahu nelayan yang berada di pinggiran Bengawan Solo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, beramai-ramai mengikui lomba perahu hias yang diadakan Pemkab Bojonegoro. Pemandangan yang tidak biasa itu digelar untuk memeriahkan peringatan hari jadi Kabupaten Bojonegoro yang ke 337. Kegiatan ini sebagai puncak peringatan hari ulang tahun Kabupaten...