ADAKITANEWS, Blitar – Keberadaan tempat usaha pengobatan tradisional atau saat ini disebut sebagai usaha penyehat tradisional di Kabupaten Blitar masih menjamur. Bahkan sebagian besar dari usaha tersebut, tidak memiliki izin alias bodong.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, hingga kini masih ada sekitar 300 lebih penyehat tradisional (hatra) seperti pijat bayi, akupuntur, akupresur, dan jenis penyehat tradisional lain. Dari ratusan data tersebut, hanya sekitar 20 hatra yang telah mengurus izin operasional resmi kepada pemerintah.

“Kalau dulu kan namanya pengobatan tradisional, tapi sekarang sudah berganti menjadi penyehat tradisional. Namun hingga kini 90 persen dari mereka belum mengutus izin. Padahal sudah beroperasi,” katanya, Jumat (16/03).

Lebih lanjut dr Cristine mengaku, pihaknya secara rutin juga telah melakukan sosialisasi kepada para penyehat tradisional untuk segera bergabung dengan asosiasi pengobat tradisional, karena untuk mengurus izin harus mendapatkan rekomendasi dari asosiasi dan juga kesehatan.

“Kita sebenarnya sudah secara rutin melakukan sosialisasi kepada mereka, karena dalam mengurus izin ini harus mendapat rekomendasi dari asosiasi pengobatan tradisional, baru kita bisa menerbitkan izin,” pungkasnya.

Menurutnya, masih banyak ditemukan penyehat tradisional yang enggan mengurus izin karena takut setelah mendapat izin mereka akan terlalu diatur dalam praktik kesehatan yang mereka lakukan. Sebab selama ini mereka mandiri tanpa ada aturan mengikat dari pemerintah.

“Mereka takut kalau kita akan mengatur lebih spesifik, karena selama ini mereka beroperasi secara mandiri tanpa adanya aturan mengikat dari pemerintah,” tuturnya.

Pihaknya akan terus memberikan pemahaman agar para penyehat tradisional segera mengurus izin, untuk menghindari kesalahan atau dugaan malpraktek pada penyehat tradisional.(fat/wir)

Keterangan gambar: dr Cristine Indrawati, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/160318-fat-blitar-pengobatan-tradisional-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/160318-fat-blitar-pengobatan-tradisional-150x150.jpgREDAKSIKesehatanadakitanews,Berita,blitar,pengobatan tradisional
ADAKITANEWS, Blitar - Keberadaan tempat usaha pengobatan tradisional atau saat ini disebut sebagai usaha penyehat tradisional di Kabupaten Blitar masih menjamur. Bahkan sebagian besar dari usaha tersebut, tidak memiliki izin alias bodong. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, hingga kini...