ADAKITANEWS, Blitar – Ribuan peserta Gerak Jalan Tradisional, Jumat (13/10) malam berkumpul di Monumen Trisula Bakung. Mereka terdiri dari para Pramuka baik yang berasal dari Kota maupun Kabupaten Blitar.

Diketahui, kegiatan Gerak Jalan Tradisional yang sudah digelar sejak tahun 1975 ini bertujuan untuk menanamkan jiwa Nasionalisme dan Patriotisme dengan Semangat Pancasila dalam diri pesertanya, khususnya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.

Sebelum para peserta Gerak Jalan Tradisional diberangkatkan, dilakukan upacara yang dihadiri oleh Bupati Bitar, Drs Rijanto, Wakil Walikota Blitar, Santoso, Dandim 0808, Letkol Arh H Surya Dani SH, serta jajaran Forpimda Kabupaten Blitar .

Dalam sambutannya, Bupati Blitar menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh peserta gerak jalan Tradisional Bakung – Lodoyo. Walaupun acara digelar pada malam hari dan diguyur hujan deras, tetapi para peserta tetap semangat.

Gerak Jalan Tradisional tersebut juga dilaksanakan untuk mengenang terjadinya Operasi Trisula pada waktu penumbasan G30S/PKI, sehingga diharapkan setiap peserta memiliki semangat akan persatuan dan kesatuan NKRI.

“Tentunya apa yang dilakukan adik-adikku malam ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena adik-adikku sebagai generasi muda masih mau mengikuti kegiatan ini. Karena tidak semua para pemuda pemudi dapat mengikuti kegiatan jalan sejauh puluhan kilometer, kecuali mereka yang terpilih dan mempunyai fisik yang bagus,” tegasnya Jumat (13/10) malam.

Usai upacara, tepat pukul 21.00 WIB dan diawali dengan lambaian bendera start oleh Bupati Blitar, peserta pertama putra akhirnya diberangkatkan. Diikuti secara bergantian Wawali Kota Blitar, Dandim 0808 Blitar, Danyon 511 yang juga memberangkatkan para peserta Gerak Jalan Tradisional Bakung – Lodoyo 2017.

Kegiatan Gerak Jalan Tradisional Bakung – Lodoyo Tahun 2017 yang diikuti Pramuka bagi Penegak dan Pandega tersebut dilaksanakan dengan Start Monumen Trisula Bakung dan Finish di Alun–Alun Lodoyo, dengan jarak tempuh kurang lebih 32,5 kilometer dan diikuti 161 sangga dengan total 1.610 orang.

Bupati Blitar berharap kegiatan seperti ini pada tahun mendatang bisa diikuti lebih banyak peserta, agar para generasi muda khususnya Pramuka lebih mengenal akan pentingnya sebuah sejarah yang pernah dilakukan oleh para pendahulu bangsa di masa perjuangan.

“Kegiatan mendatang akan kita lakukan setiap dua tahun sekali agar para peserta bisa lebih mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi,” jelas Bupati.

Sesuai jadwal, para peserta putra/putri akan tiba di finish Alun-alun Lodoyo pada Sabtu (14/10) sekitar pukul 04.00 pagi.(fat/wir)

Keterangan gambar: Kegiatan upacara dan pemberangkatan peserta Gerak Jalan.(foto: wiro)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/141017-fat-blitar-pramuka-1-1-1024x634.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/141017-fat-blitar-pramuka-1-1-150x150.jpgREDAKSIPendidikanadakitanews,Berita,blitar,gerak jalan tradisional,Pramuka
ADAKITANEWS, Blitar - Ribuan peserta Gerak Jalan Tradisional, Jumat (13/10) malam berkumpul di Monumen Trisula Bakung. Mereka terdiri dari para Pramuka baik yang berasal dari Kota maupun Kabupaten Blitar. Diketahui, kegiatan Gerak Jalan Tradisional yang sudah digelar sejak tahun 1975 ini bertujuan untuk menanamkan jiwa Nasionalisme dan Patriotisme dengan Semangat...