Ribuan Siswa & Wali Murid SMA/SMK Dukung Yudisial Review Walikota Blitar

853

IKIADAKITANEWS, Blitar – Ribuan siswa SMA / SMK berserta orang tua mereka menggelar aksi damai di depan Kantor Balaikota Blitar memberikan dukungan moral pada upaya yudisial review Walikota Blitar ke Mahkamah Konstitusi terkait pengeloaan SMA/SMK ke Pemerintah Provinsi, Kamis (10/03).

Pantauan tim adakitanews.com, dalam orasinya, beberapa siswa dan orang tua murid menyatakan dukungan mereka bahwa pengelolaan SMA/SMK harus tetap dipegang Pemerintah Kota Blitar. Pasalnya, mereka ingin tetap memperoleh pendidikan gratis.

“Hidup Samanhudi, hidup pendidikan gratis, sekolah harus tetap gratis !,” teriak para pelajar di halaman Pemkot Blitar

Sementara, Susi Indrawati, 39, wali murid dari Syfa siswa kelas 2 SMKN 2 Kota Blitar menyatakan dukungan pengelolaan SMA/SMK tetap dipegang Pemkot Blitar. Karena dia sudah merasakan manfaat pendidikan gratis tersebut bagi putranya.

“Walaupun gratis, tapi kualitas pendidikan di Blitar malah makin bagus, anak saya tambah pinter karena juga difasilitasi peralatan teknologi. Lha saya sebagai orang tua juga tidak memikirkan dana pendidikan sama sekali,” kata Susi saat ditemui disela-sela berlangsungnya aksi.

Moch Samanhudi Anwar Walikota Blitar mengatakan, pihaknya telah memasukkan gugatan itu ke MK pada Senin (07/03) pukul 09.00 Wib dengan nomor registrasi 1556, yang disusul Kota Surabaya dengan nomor registrasi 1557 untuk materi gugatan sama. Inti gugatan terdapat dalam pasal 18 UU no 23 tahun 2014 tentang pengambil-alihan pengelolaan SMA/SMK dari Pemkab/Pemkot ke Pemprov, Peraturan itu berlaku pada tahun 2016 ini.

“Kita kasih pendidikan gratis itu tidak menurun kualitas dan kuantitas pendidikan, tapi tahun 2015 kemarin Kota Blitar malah dapat penghargaan Kota Cerdas nomor 4 di Indonesia,” jelasnya

Moch Samanhudi Anwar menjelaskan, penghargaan itu diberikan lembaga riset Citiasia yang kerjasama dgn DPD RI,  dimana Kota Blitar meraih indeks kota cerdas dengan nilai 44,26. Indikator Kota Cerdas itu berdasarkan penilaian mereview data sekunder. Apakah pemerintah Kota Blitar sudah menerapkan tata kelola pemerintah yang baik, dan sudah peduli pendidikan, ada akses teknologi informasi, dan rasio berita di media massa.

Samanhudi optimis gugatan itu akan dikabulkan MK mengingat semata-mata untuk memberikan kebaikan bagi generasi yang akan datang untuk memperoleh pendidikan gratis.

“Terbukti kok, kita yang kelola, angka drop out baik SD, SMP dan SMA menjadi nol alias tidak ada,” tegas Samanhudi .

Usai menggelar aksi damai di depan Balai Kota, ribuan pelajar dan para orang tua wali murid membubuhkan tanda tangan sebagai bukti dukungan mereka terhadap Pendidikan Gratis di Kota Blitar, Save Pendidikan Gratis Kota Blitar.(Wiro/Jati)

Keterangan Gambar : Ribuan pelajar dan orang tua wali murid tanda tangan di atas kain putih