rs muhamadiyah babat2@dakitanwes Pantura – Rumah Sakit (RS) Muhammadyah Tuban dianggap telah menelantarkan pasien. Pasalnya, pasien dibiarkan menunggu hingga berjam-jam tanpa ada kejelasan pelayanan.

Keluhan ini diantaranya dialami oleh para ibu hamil yang hendak memeriksakan kandunganya. Para ibu hamil tersebut mengeluh harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan di RS yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan No 14 Babat, Lamongan tersebut. Parahnya, setelah berjam-jam mengunggu, para pasien tersebut terpaksa harus pulang, karena dokter yang memeriksa mereka tidak dapat hadir.

“Saya sudah sejak jam 17.00 Wib tadi datang di sini (RS Muhamadiyah-red). Namun hingga 2 jam lebih ternyata dokter kandungan tidak bisa datang untuk menangani para pasien ibu hamil. Padahal, saya daftar untuk periksa kandungan sudah hari Rabu lalu,” ungkap Lilik Fadilah,33, ibu hamil yang mengaku warga Baureno, Bojonegoro, dengan nada kecewa.

Kekecewaan atas ketidakjelasan pelayanan RS Muhammadiyah juga dialami Kusman,48, yang mengantarkan istrinya untuk melakukan pemeriksaan kehamian istrinya. Warga Desa Moropelang, Kecamatan Babat, itu mengaku rela datang ke RS Muhammadiyah itu sejak pukul 16.30 Wib untuk segera mendapat pelayanan lebih awal.

“Maksud saya datang lebih awal agar bisa segera mendapat pelayanan pemeriksaan dari dokter spesialis kandungan Eko Nur Sucahyo, sesuai jadwal di brosur yang saya dapatkan dari sini. Eh lah koq ternyata malah nggak ada kejelasan siapa dokter dan kapan datangnya. Ini khan namanya menelantarkan pasien?,” ujarnya nampak sangat kesal.

Kusman menuturkan, dirinya sempat menanyakan ke sejumlah pegawai RS, diantaranya, beberapa bidan asisten kandungan. Menurut Kusman, para pegawai tersebut menjawab dokter Eko sedang jalan-jalan dan akan digantikan dokter lainnya. Tapi nyatanya hingga 3 jam lebih saya dan istri menunggu tetap saja nggak kelihatan batang hidungnya.

Puncaknya, karena capek menunggu hingga jam 21.00 WIB lebih tanpa ada kepastian, akhirnya para pasien ibu-ibu hamil itu sepakat mengembalikan karcis pendaftaran dan pulang. “Gini kok ngakunya profesional, masak informasi soal kehadiran dokter spesialis saja nggak ada yang jelas. Kalau dokternya datang ya ngomong datang, kalau nggak datang ya ngomong gak datang. Kita ke sini ini juga pakai biaya dan berani bayar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” sergah salah satu suami ibu hamil dari Kedungpring, ke pegawai bagian pendaftaran pasien lantaran emosi.

Namun sayangnya, hingga berita ini diunggah, pihak management rumah sakit Muhammadiyah tidak bersedia dikonfirmasi. Saat wartawan media ini hendak menemuinya, yang bersangkutan menyatakan tidak bersedia dikonfirmasi. (SR/Jati)

Keterangan Gambar : Para pasien saat menunggu antrian pelayanan di RS Muhamadiyah Babat Lamongan.

RedaksiKesehatanrumah sakit
@dakitanwes Pantura - Rumah Sakit (RS) Muhammadyah Tuban dianggap telah menelantarkan pasien. Pasalnya, pasien dibiarkan menunggu hingga berjam-jam tanpa ada kejelasan pelayanan. Keluhan ini diantaranya dialami oleh para ibu hamil yang hendak memeriksakan kandunganya. Para ibu hamil tersebut mengeluh harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan di RS yang berada...