2016-01-28_11.15.31ADAKITANEWS, Ngawi – Soal pemberitaan Rusli,34, warga RT 4 RW 3 Desa Pule, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, yang menjadi korban tenggelamnya kapal di lepas Johor, Malaysia, sempat membuat beberpa pihak kebingungan. Pasalnya, pihak keluarga dapat menghubungi Rusli dan dia menyatakan masih dalam kondisi sehat.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, petugas menemukan paspor atas nama Rusli, kelahiran Batang Hari, Lampung Selatan, yang dibuat di Kantor Imigrasi Kelas II Madiun. Paspor ini ditemukan bersama dengan terjadinya tragedi kapal tenggelam di laut lepas Johor Malaysia.

Mendengar kabar tersebut, Endang Puji Sukarti kakak kandung Rusli mengaku bingung. “Kami mengetahui kabar Rusli menjadi korban kapal tenggelam dari media massa, kami jelas panik, sedih bercampur bingung,” ujar Endang, Jumat (29/01).

Endang menjelaskan, adiknya berangkat ke Malaysia menggunakan pesawat terbang. lebih lanjut ditambah Endang, Rusli sempat menghubungi keluarga di Ngawi pada, Rabu (27/1). Rusli mengatakan dan menyatakan sudah bekerja di Johor. Lalu, keluarga melalui media sosial Line melakukan kontak dengan Rusli, tak pelak Rusli pun terkejut.

“Saya dalam kondisi baik-baik saja, mbak. Saya bekerja dibangunan, kebetulan saat ini lagi istirahat. Lokasi kejadian jauh dari tempat saya bekerja, kabar itu jelas tidak benar. Saya juga heran diberitakan paspor atas namanya ditemukan. Bisa jadi identitas saya dipalsukan,” ujar Rusli melalui saluran telepon dengan sang kakak.

Hal senada disampaikan Sumini ibu kandung Rusli yang merasa keheranan anaknya dikabarkan meninggal dalam kecelakaan laut di Johor. “Rusli memang pernah mengurus paspor lewat seseorang dari PJTKI di Surabaya. Namun, paspornya tidak kunjung jadi, lalu ditinggalkan begitu saja. Kemudian membuat sendiri di Madiun,” jelas Sumini.

Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun Sigit Roesdianto menanggapi itu menyatakan soal paspor ganda sangat tidak mungkin. Sebab seluruh jaringan imigrasi sudah on line. Jika seseorang sesudah membuat paspor di salah kantor imigrasi, Sigit menambahkan, itu tidak mungkin bisa dibuatkan lagi di kantor lain. Sigit menduga kemungkinan terjadi, paspor Rusli dipalsukan.

“Kami perlu cross cek dulu nomor paspornya maupun identitas yang ada dalam paspor. Jika yang bersangkutan pernah mengurus di Surabaya, hal itu sudah dibatalkan atau paspornya tidak keluar. Kemungkinan terbuka paspor Rusli dipalsukan, kami tinggal konfirmasi saja soal itu,” ujarnya dihubungi melalui ponsel.(UK/zay)

Keterangan Gambar : Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun Sigit Roesdianto saat menunjukan contoh paspor dan berkas kelengkapan Rusl.

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2016/01/2016-01-28_11.15.31-1.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2016/01/2016-01-28_11.15.31-1-150x150.jpgREDAKSIDaerahkapal tenggelam,korban,paspor palsu
ADAKITANEWS, Ngawi - Soal pemberitaan Rusli,34, warga RT 4 RW 3 Desa Pule, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, yang menjadi korban tenggelamnya kapal di lepas Johor, Malaysia, sempat membuat beberpa pihak kebingungan. Pasalnya, pihak keluarga dapat menghubungi Rusli dan dia menyatakan masih dalam kondisi sehat. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, petugas menemukan...