ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sebanyak 60 orang petugas tenaga afvour dan juru pengairan Dinas PUPR Sidoarjo dikerahkan guna membersihkan tanaman liar dan sampah yang menyumbat saluran anak air di Desa Tropodo Kecamatan Krian, Sabtu (15/07). Meski demikian masih perlu dilakukan normalisasi menggunakan alat berat, untuk mengangkat sedimen ke permukaan.

Kabid Operasional dan Pemeliharaan Air Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo, Agus Hidayat menjelaskan, upaya ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk menjaga fungsi saluran agar tetap optimal. “Saluran anak afvour bader sepanjang 3 kilometer ini sangat cepat ditumbuhi tanaman liar, sehingga perlu penanganan secara rutin untuk membersihkannya,” katanya.

Agus mengatakan, dalam upaya normalisasi tersebut pihaknya memang sering menemukan kendala di lapangan. Salah satunya adalah keterlambatan dalam normalisasi. Keterlambatan itu menurutnya, lantaran belum adanya anggaran yang dicairkan. “Sehingga dalam melakukan kegiatan normalisasi secara maksimal belum dapat kita lakukan. Jadi sementara kita lakukan sebisanya saja,” jelasnya.(pur)

Keterangan gambar : 60 orang petugas tenaga afvour dan juru pengairan Dinas PUPR Sidoarjo saat membersihkan tanaman liar dan sampah yang menyumbat saluran anak air di Desa Tropodo Kecamatan Krian.(ist)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/07/IMG-20170715-WA0022-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/07/IMG-20170715-WA0022-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,afvour,Berita,saluran tersumbat,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Sebanyak 60 orang petugas tenaga afvour dan juru pengairan Dinas PUPR Sidoarjo dikerahkan guna membersihkan tanaman liar dan sampah yang menyumbat saluran anak air di Desa Tropodo Kecamatan Krian, Sabtu (15/07). Meski demikian masih perlu dilakukan normalisasi menggunakan alat berat, untuk mengangkat sedimen ke permukaan. Kabid Operasional...