ADAKITANEWS, Kediri – Menjelang bulan Ramadan, beragam tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Kediri. Mulai dari tahlilan di perempatan desa atau musala dengan membawa nasi (selamatan,red), sampai mengunjungi makam leluhur untuk berkirim doa.

Tradisi kirim doa untuk leluhur selama ini tidak terlepas dari budaya yang ada di masyarakat. Umumnya, tradisi ini dilakukan 3 hingga 1 hari menjelang bulan puasa.

Seperti di Desa Jajar Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, tradisi kirim doa untuk leluhur diadakan secara massal. Warga berkumpul di pemakaman desa tersebut dan mengikuti acara tahlil dengan dipimpin oleh anggota takmir Masjid Al-Huda Desa Jajar.

Menurut Lukan, anggota takmir yang memimpin tahlil tersebut mengatakan, baru 1 kali ini diadakan doa secara bersama-sama, lantaran biasanya mereka mengirim doa sendiri-sendiri. Hal ini dilakukan supaya doa semakin dapat diterima oleh Tuhan.

“Tradisi kirim doa untuk leluhur ini diadakan secara massal untuk pertama kalinya dan diikuti oleh warga Desa Jajar. Nantinya kegiatan ini akan kita lakukan setiap tahun menjelang bulan Ramadan,” ujarnya.

Meski baru kali pertama digelar, warga Desa Jajar sudah menyambut acara ini dengan sangat antusias. Selain karena mereka dapat berkirim doa secara bersama-sama, acara tersebut juga merupakan solusi saat biasanya warga malas menyambangi makam keluarga.(udn)

Keterangan gambar : Warga Desa Jajar saat melakukan kirim doa bersama.(ist)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170525-WA0055-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170525-WA0055-150x150.jpgREDAKSISpiritualadakitanews,Berita,kediri,ramadan,Ziarah
ADAKITANEWS, Kediri - Menjelang bulan Ramadan, beragam tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Kediri. Mulai dari tahlilan di perempatan desa atau musala dengan membawa nasi (selamatan,red), sampai mengunjungi makam leluhur untuk berkirim doa. Tradisi kirim doa untuk leluhur selama ini tidak terlepas dari budaya yang ada di masyarakat. Umumnya, tradisi ini...