Sekda Minta Pejabat Kooperatif Dengan KPK

1087

2015-08-21_13.39.09

ADAKITANEWS, Madiun – Sekretaris Daerah (sekda)  Kota Madiun Maidi meminta seluruh pejabat kooperatif saat dipanggil Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Madiun Kota, terkait dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Kota Madiun (PBKM). Selain itu, para pejabat diminta untuk memberikan keterangan sesuai keadaan dan yang diketahui, tidak menambahi keterangan.

“Saya sarankan kepada para pejabat terkait dipanggil (KPK) disampaikan agar kooperatif, tidak memperlambat permintaan diambil keterangan hingga permintaan berbagai berkas. Segera datangi jika dipanggil untuk dimintai keterangan, lalu penuhi permintaan berkas-berkas meski berkas itu banyak sekali pun,” tandas Maidi, Jum’at (21/8).

Ia juga melarang para pejabat menunda, menghambat hingga mempersulit panggilan dan permintaan penyidik KPK, sebab hal itu dapat dinilai menghambat penyidik. “Saat diberitahu ada sejumlah pejabat terkait dipanggil Tim Penyidik KPK, saya langsung sarankan seperti itu, agar mempermudah dalam pemeriksaan,” ujarnya lagi

Menyinggung soal adanya pemanggilan Tim Penyidik KPK kepada Walikota Madiun Bambang Irianto untuk dimintai keterangan, Maidi mengaku belum tahu. “Soal itu (surat panggilan), saya belum tahu dan tidak ada surat seperti itu hingga hari ini,” ujarnya serius.

Dilaporkan, Tim Penyidik KPK berada di Mapolres Madiun Kota sejak Rabu (19/8) lalu daan telah melakukan pemanggilan sejumlah pejabat Pemkot Madiun dan pihak terkait, soal dugaan korupsi pembangunan PBKM dibangun 2010-2011. PBKM dibangun senilai Rp 76,5 milyar dan sempat memunculkan sejumlah persoalan.

Salah satunya proyek yang belum selesai, namun pejabat terkait dan Walikota Madiun menyatakan rampung 100%. Kenyataannya proyek belum selesai dan masih ada pengerjaan hingga sempurna. Kasus ini sempat ditangani Kejari Madiun hingga mendatangkan Tim Universitas Brawijaya Malang namun mendadak kasus ditarik Kejati Jatim.

Dalam perjalanannya oleh Kejati Jatim kasus PBKM dinyatakan terlalu dini, sebab masih dalam proses pembangunan hingga di SP3 dan dinilai tidak ada kerugian negara. Kini seiring kedatangan Tim Penyidik KPK ke Kota Madiun, dianggap berbagai kalangan sebagai bentuk angin segar penegakan hukum. (UK).

Keterangan Gambar : Sekda Kota Madiun Maidi