Sempat Menangis, Bu Endang Enggan Tinggalkan Stadion Brawijaya

690

20160810_112750ADAKITANEWS, Kota Kediri – Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinsosnakertrans dan Kelurahan Banjaran menggusur salah satu warung di depan Stadion Brawijaya Kota Kediri, Rabu (10/08). Belakangan, pemilik warung itu diketahui milik Bu Endang ,90, yang sempat menangis dan meminta untuk tetap tinggal disitu.

Nur Khamid Kasi Trantib Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri mengatakan, Bu Endang tergolong Tunawisma. “Bu Endang ini sudah sekitar 25 tahun tinggal disini. Tidak memiliki identitas diri (KTP dll,red), sudah satu bulan lebih kita mencoba mencari sanak saudaranya, namun juga tidak ada,” jelasnya

Nur Khamid menambahkan, Bu Endang akan dibawa ke Dinsos Kota Kediri agar mendapatkan tempat yang layak. Menurutnya, Bu Endang baru dipindahkan karena kondisinya yang sudah menurun, selain itu Ia juga kesulitan untuk berjalan.

“Diketahui usianya sekitar 90 tahun. Nanti akan kita kirim ke Dinsos, disana nanti mendapatkan perawatan, ada rehabilitasi, ada perawatan untuk kesehatannya juga,” tambahnya

Pantauan tim adakitanews.com, tim gabungan cukup kesulitan untuk membawa Bu Endang dari tempat tinggalnya. Pasalnya, Bu Endang terus menangis memohon agar tidak dipindahkan. Bahkan, ia mengatakan sampai mati tidak akan meninggalkan tempatnya.

Salah satu petugas dari Kelurahan Banjaran mengungkapkan, selama 25 tahun Bu Endang selalu ditempat tersebut. Bahkan, warung yang Ia buka difungsikan sekaligus sebagai rumah tempat tinggal.

“Semua aktivitasnya mulai dari makan, tidur, sakit pun dia selalu di warungnya itu. Setahu saya, Bu Endang ini tidak pernah meninggalkan warungnya,” ujar salah satu petugas ketertiban Kelurahan Banjaran Kota Kediri.

Sekitar satu jam merayu Bu Endang, akhirnya tim gabungan terpaksa mengangkut Bu Endang dari tempat duduknya. Barang dagangan miliknya juga ikut dibawa oleh tim gabungan.(Zay)

 

Keterangan Gambar : Tim Gabungan yang mecoba mengajak bu Endang untuk direlokasi.(foto: Zayyin)