tumor_ganasKAMIS, 10 JULI 2014 15:03:47 – OLEH : TIYA

ADAKITANEWS Kediri – Sungguh malang nasib ibu dua anak ini, Emi Sumartini, 41, warga Lingkungan Wonorejo, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur menderita tumor ganas di dubur. Ibu ini harus pasrah dengan penyakitnya lantaran sudah tidak punya biaya untuk berobat. Sementara suaminya, Sutaji penghasilannya juga tidak menentu sebagai kuli bangunan.

Penderitaan yang dilalui Emi pun sangat berat, selain kemaluannya membengkak, tragisnya Emi juga buang air besar (BAB) dari kemaluan. Setelah mutuskan pulang paksa dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya dirinya hanya terbaring lemah.

Saat ditemui @dakita di rumahnya, Kamis (10/7) Emi tengah tiduran di ruang tamu rumahnya yang juga dipakai sebagai toko kelontong berukuran kurang lebih 4 meter persegi ,dan mulai menceritakan penderitaannya.

Penderitaan itu bermula sekitar dua bulan yang lalu kemaluannya terasa nyeri. Dirinya beranggapan nyeri itu hanya nyeri saat keputihan, karena ia kerap merasakan sebelum-sebelumnya. Namun setelah beberapa hari tak kunjung sembuh, akhirnya ia memutuskan untuk ke dokter spesialis.

Saat itu dokter memberitahukan bahwa Emi mengidap kanker mulut rahim (kanker serviks) dan menyarankan agar ia mau dirujuk ke RSUD Gambiran untuk segera mendapat perawatan intensif.

Akhirnya Emi bersama keluargapun mengikuti saran dokter ke RSUD Gambiran agar dirinya cepat sembuh. Disana ia terdaftar sebagai pasien peserta jamkesmas dan langsung mendapat perawatan. Berdasarkan hasil diagnose Dokter dirinya juga mendapat pemberitahuan yang sama bahwa mengidap kanker serviks. Dan akhirnya merujuknya ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Setelah itu Emi berangkat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya bersama suami. Namun karena uang yang dibawa sedikit dan berniat untuk berhemat akhirnya ia memutuskan untuk menumpang di rumah saudaranya di Gresik. Selang beberapa hari menanti giliran akhirnya Emi mendapat perawatan dan dinyatakan bahwa dirinya mengidap tumor dubur. Dirinya mengaku kaget mendapatkan diagnose yang berbeda dengan RSUD Gambiran.

Di RSUD Dr. Soetomo dirinya mendapat perawatan intensif namun perlakuan tim medis sangat kasar. Ini lantaran pemeriksaan dubur dan kemaluannya kerap kali dimasukan jari dan perban apalagi tidak diberikan obat bius. Itu yang membuatnya sangat tersiksa.

“Rasanya sakit sekali. Setiap pemeriksaan selalu seperti itu dan berulang-ulang. Disana sayapun tak kunjung dioperasi. Saudara saya selalu tidak tega melihat saya kesakitan saat pemeriksaan,” Ujar Emi.

Walaupun terdaftar sebagai pasien Jamkesmas, menurut Emi kehidupan di Gresik dan Surabaya sangat mahal karena untk biaya hidup sehari-hari. Dirinya pun pernah meminta rawat inap, namun tidak diperbolehkan. Dokter hanya menyarakannya untuk ngekos.Setelah satu bulan disana kesulitan biaya akhirnya Emi memutuskan untuk pulang paksa dengan dubur dan kemaluan yang membengkak. Menurut Emi , dirinya sangat trauma hanya dijadikan sebagai kelinci percobaan oleh rumah sakit.

“Selain mendapat perlakuan kasar saat pemeriksaan, saya juga sakit hati saat divonis umur yang tidak lama,” jelas ibu dua anak ini.

Semua sudah habis untuk hidup di Gresik dan Surabaya, akhirnya Emi kembali ke rumahnya sekaligus membuka toko kelontongnya untuk biaya sehari-hari dan biaya anaknya untuk masuk sekolah SMK. Namun tidak seperti bayangannya, toko kelontongnya justru sepi pembeli semenjak sakit.

Selama di rumah, Emi mengaku melakukan pengobatan alternative. Langkah itu, terpaksa ia lakukan sebagai usaha mengurangi rasa sakitnya. Ia sangat berharap pemerintah bisa memberikan uluran tangan, membantunya mengatasi penderitaanya.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Anang Kurniawan mengaku pihaknya belum menerima laporan terkait kasus yang dialami Emi. Pihaknya juga berjanji akan segera melakukan pengecekan untuk mengetahui kondisi Emi. Setelah pengecekan, Dinkes akan segera mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk kesembuhan. (tya)

Keterangan Gambar : Emi Sumartini penderita tumor ganas didubur saat terbaring lemah di rumahnya.

redaksiKesehatan
KAMIS, 10 JULI 2014 15:03:47 - OLEH : TIYA ADAKITANEWS Kediri – Sungguh malang nasib ibu dua anak ini, Emi Sumartini, 41, warga Lingkungan Wonorejo, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur menderita tumor ganas di dubur. Ibu ini harus pasrah dengan penyakitnya lantaran sudah tidak punya biaya untuk...