2015-07-06_18.04.012015-07-06_18.03.272015-07-06_18.05.05

ADAKITANEWS, Kediri – Puluhan warga Kampung Kentung, Desa Trisula, Kecamatan Posoklaten, Kabupaten Kediri, nyaris terlibat adu fisik dengan pihak keamanan PG. Pesantren. Kedua belah pihak saling ngotot lebih berhak untuk menggarap tanah negara seluas 50 hektar dilingkungan mereka. Senin, (06/07).

Kejadian itu di petak B8 pada lahan yang oleh warga baru saja ditanami ketela pohon. Namun pihak PG. Pesantren justru membajak tanaman yang hendak tumbuh tersebut dengan traktor.

Pasalnya, pihak PG hendak menanami lahan itu dengan tanaman tebu. Padahal, warga menganggap tanah yang mereka garap di luar wilayah Hak Guna Usaha (HGU) Perusahaan milik PTPN X ini.

Warga yang mencoba menghadang pembajakan tersebut dan sempat bersitegang dengan keamanan PG, hingga terjadi adu mulut. Kedua pihak saling mempertahankan hak pengelolaan tanah tersebut. Pihak PG menanyakan pada warga terkait bukti penguasaan yang dimiliki. Demikian juga dengan warga, mereka tetap ngotot bahwa tanah itu di luar sertifikat HGU PG Pesantren sebagaimana peta lokasi yang mereka bawa.

“Ini tanah diluar sertifikat PG, saksi hidupnya masih ada,” ungkap warga.
Warga mengklaim, tanah diluar sertifikat HGU yang berada di wilayah mereka berada di petak B4 hingga B18. Dalam sejarahnya, tanah itu dibuka oleh warga sejak tahun 1966, menjadi lahan pertanian. Namun sejak tahun 1982, tanah itu tiba-tiba merubah status dan diambil alih oleh PG Pesantren.

“Seluruh tanah negara yang saat ini dikuasai warga seluas 50 hektar, termasuk petak B8 yang saat ini ditanamin ketela dan dibajak PG,” jelas Bonadi, warga Kampung Kentung.

Bonadi mengatakan, biarpun tanaman mereka dibajak oleh PG, warga tidak menuntut ganti rugi. Asalkan, pihak PG bersedia berunding dan menyerahkan kembali tanah garapan mereka. Setelah terlibat pembicaraan antara pihak PG dengan warga, akhirnya terjadi kesepakatan untuk dilakukan perundingan dengan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), DPRD dan piha Pemkab Kediri. Pihak PG pun akhirnya menarik alat bajaknya dari lahan yang disengketakan. Demikian juga warga juga membubarkan diri.

Sementara, AKP Surono, perwakilan PG Pesantren yang berada di lokasi membantah pihaknya telah melakukan pembajakan tanaman warga. Menurutnya, tanaman ketela yang ada di lahan tersebut hanyalah patok yang dipasang warga. “Tidak ada tanaman di lahan yang dibajak, kayu itu hanya patok yang dibuat warga,” jelasnya.

Surono juga mengatakan, pihak PG tidak ingin bersitegang dengan warga sekitar. Meski pihaknya mengaku memiliki dokumen sah atas pengelolaan tanah tersebut. (ys).

Keterangan Gambar : Ketegangan antara warga Kenthung Desa Trisulo Kabupaten Kediri dengan pihak PG Pesantren  Kediri

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/2015-07-06_18.03.27.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/2015-07-06_18.03.27-150x150.jpgRedaksiDaerahkediri,pesantren,pg,sengketa,tanah
ADAKITANEWS, Kediri - Puluhan warga Kampung Kentung, Desa Trisula, Kecamatan Posoklaten, Kabupaten Kediri, nyaris terlibat adu fisik dengan pihak keamanan PG. Pesantren. Kedua belah pihak saling ngotot lebih berhak untuk menggarap tanah negara seluas 50 hektar dilingkungan mereka. Senin, (06/07). Kejadian itu di petak B8 pada lahan yang oleh warga...