Serunya Pertandingan Bola Antar Waria di Hari Kemerdekaan

1704

2015-08-18_05.23.08

ADAKITANEWS, Jombang – Banyak cara masyarakat untuk mengungkapkan rasa bangganya terhadap tanah air saat HUT Kemerdekaan RI ke 70 ini. Salah satunya di Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro, Jombang. Aneka perlombaan untuk memperingati hari kemerdekaan sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur merebut kemerdekaan dari tangan penjajah digelar oleh warga setempat.

Salah satu yang menjadi pusat perhatian ratusan warga yakni pertandingan sepak bola waria. Bisa dibayangkan, Dari namanya saja sudah terlihat unik dan lucu,begitu pula saat menonton yang tak pelak membuat semua penonton terpingkal-pingkal dengan ulah lucu kesebelesan waria itu.

Pertandingan bola antar kesebelasan waria Jatim dan perangkat Desa Banyuarang ini memang tak nampak seperti sepak bola paa umumnya. Pasalnya dilaksanakan dengan kostum ala kadarnya layaknya waria juga tanpa menggunakan sepatu bola. Sesekali para waria ini berjoget ditengah lapangan bola usai menendang dan menggiring bola kearah kandang lawan.

Kepala Desa Banyuarang, Wijaya, mengatakan, selain untuk memperingati HUT kemerdekaan RI, pertandingan bola yang melibatkan para waria ini juga untuk menghilangkan perlakukan diskriminasi terhadap kaum “pria” yang tingkah laku dan cara berdandannya dominan ke wanita ini.

“Kami sengaja mengundang komunitas waria ini dari Pare Kediri untuk memeriahkan hari kemerdekaan RI” kata Wijaya, senin (17/08).

Sementara, ketua komunitas waria, Indra Selvi, mengaku senang dengan pelibatan kelompoknya dalam peringatanan hari kemerdekaan ini. Dengan pertandingan bola itu, para waria bisa mengungkapkan rasa cintanya terhadap tanah air.

“Terus terang kami merasa bangga ikut pertandingan ini, tanpa latihan kami tetap siap ikut pertandingan bola ini” ujar waria berpostur tinggi besar ini.

Selain pertandingan sepak bola, aneka perlomaan yang unik dan lucu juga digelar oleh Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Banyuarang. Seperti lomba menangkap bebek ditengah lumpur.

perlombaan ini sontak juga menyita perhatian ratusan warga dan penonton.Pasalnya, tak jarang diantara peserta lomba terjatuh didalam lumpur saat berusaha menangkap dan mengejar si bebek.

Meski hadiah yang disediakan panitia tidak terlalu besar,namun tak menyurutkan semangat warga untuk merayakan “Agustusan” ini.(Tari/Jati)